REPUBLIKA.CO.ID,ISLAMABAD -- Para astronom di Pakistan telah meramalkan tanggal kemungkinan untuk Ramadhan, Idul Fitri dan Idul Adha pada tahun 2026. Dengan menggunakan perhitungan ilmiah, mereka telah memberikan tanggal perkiraan pengamatan bulan untuk bulan-bulan suci dan perayaan tersebut.
Dr. Faheem Hashmi, seorang astronom terkemuka, mengatakan bahwa bulan sabit Ramadhan diperkirakan akan terlihat di Pakistan pada 18 Februari 2026. Jika dikonfirmasi, hari pertama Ramadhan akan jatuh pada 19 Februari 2026.
Pengamatan ini menandai dimulainya bulan suci puasa bagi umat Muslim di seluruh negeri.
Idul Fitri diperkirakan pada 21 Maret
Astronom tersebut juga memprediksi bahwa bulan Shawwal, yang menandai akhir Ramadhan, kemungkinan akan terlihat pada 20 Maret 2026. Akibatnya, perayaan Idul Fitri diperkirakan akan diadakan pada 21 Maret 2026, tergantung pada pengamatan bulan lokal.
Tanggal Dzulhijjah dan Idul Adha
Menurut Dr. Hashmi, bulan Dzulhijjah diperkirakan akan dimulai pada 17 Mei 2026. Berdasarkan perhitungan ilmiah, Idul Adha kemungkinan akan jatuh pada 27 Mei 2026.
Tanggal-tanggal ini masih menunggu konfirmasi berdasarkan pengamatan bulan yang sebenarnya di berbagai daerah di seluruh negeri, dikutip dari laman SAMAA TV, Senin (5/1/2026)
Ramadhan di Arab
Perhitungan astronomi mengungkapkan bahwa bulan suci Ramadhan 2026 diperkirakan akan dimulai pada Kamis, 19 Februari 2026, Al Arabiya melaporkan.
Ibrahim al-Jarwan, Presiden Masyarakat Astronomi Emirat, mengatakan hilal Ramadhan 1447 akan muncul pada Selasa, 17 Februari 2026.
Hilal akan menghilang satu menit setelah matahari terbenam, sehingga kecil kemungkinannya terlihat oleh mata telanjang pada malam itu. Oleh karena itu, 19 Februari 2026 akan menjadi hari pertama Ramadhan.
"Kamis, 19 Februari, akan menjadi hari pertama Ramadhan, dan Jumat, 20 Maret, akan menandai hari pertama Syawal dan Idul Fitri," tulis Al Arabiya mengutip pernyataan al-Jarwan.
Komite rukyat di Arab Saudi diperkirakan akan menentukan tanggal pasti awal puasa dengan melihat rukyat pada 18 Februari 2026.
Awal Ramadhan dan bulan-bulan Islam lainnya ditentukan berdasarkan kalender Hijriah, yang didasarkan pada siklus 12 bulan saat mengorbit Bumi, dikutip dari laman Al Arabiya, Jumat (17/10/2025)
Jam puasa selama Ramadhan 2026 diperkirakan akan bervariasi di seluruh dunia.
Pada hari-hari awal bulan, puasa akan berlangsung sekitar 12 jam di banyak negara Arab, termasuk Arab Saudi, Mesir, UEA, Qatar, dan Kuwait dan secara bertahap akan meningkat menjadi hampir 13 jam menjelang akhir bulan suci.
Muhammadiyah di Indonesia Tetapkan Awal Ramadhan
Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Majelis Tarjih dan Tajdid telah menetapkan waktu awal Ramadhan 1447 Hijriyah atau 2026 Masehi. Penetapan Ramadhan tersebut diumumkan melalui MAKLUMAT Nomor 01/MLM/1.1/B/2025 penjelasan Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah tentang Penyesuaian Penetapan 1 Ramadhan 1447 Hijriah/ 2026 dan Penjelasan Ilmiahnya.
Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah meninjau ulang data astronomis global dan memvalidasi parameter Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Hasilnya, ditetapkan bahwa 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu Legi, 18 Februari 2026 Masehi.
Penetapan ini merupakan koreksi dari kalender cetak Muhammadiyah versi awal, yang menyatakan 1 Ramadhan 1447 Hijriyah jatuh pada Kamis Pahing, 19 Februari 2026 Masehi. Koreksi ini dilakukan untuk menjaga akurasi ilmiah, integritas keilmuan, serta komitmen terhadap prinsip kebenaran dan konsistensi dalam penetapan waktu ibadah.




