Kamis 29 Dec 2022 14:15 WIB

Masjid Al Jabbar Jadi Daya Tarik Baru Promosi ke Luar Negeri

Arsitektur Masjid Al Jabbar memiliki keunikan tersendiri.

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Ani Nursalikah
Sejumlah jurnalis beraktivitas di area Masjid Raya Al Jabbar, Gedebage, Kota Bandung, Senin (26/12/2022). Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan, Masjid Raya Al Jabbar yang dapat menampung sedikitnya 50.000 jamaah tersebut akan diresmikan pada Jumat (30/12/2022). Masjid Al Jabbar Jadi Daya Tarik Baru Promosi ke Luar Negeri
Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Sejumlah jurnalis beraktivitas di area Masjid Raya Al Jabbar, Gedebage, Kota Bandung, Senin (26/12/2022). Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan, Masjid Raya Al Jabbar yang dapat menampung sedikitnya 50.000 jamaah tersebut akan diresmikan pada Jumat (30/12/2022). Masjid Al Jabbar Jadi Daya Tarik Baru Promosi ke Luar Negeri

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Hadirnya Masjid Raya Al Jabbar tak hanya menjadi pusat kegiatan ibadah baru bagi masyarakat. Namun, lebih dari itu, Masjid Raya Al Jabbar bisa menjadi daya tarik baru dalam konteks promosi luar negeri.

Menurut Pelaksana Tugas Kepala Biro Pemerintahan dan Otda Pemprov Jabar Dodit Ardian Pancapana, hadirnya Masjid Al Jabbar menambah landmark baru bagi promosi Jawa Barat. Dodit optimistis Masjid Al Jabbar yang bisa menampung sekitar 50 ribu jamaah itu akan menjadi bagian materi promosi luar negeri.

Baca Juga

"Kalau dulu landmark Jabar hanya Gedung Sate, sekarang ada yang baru. Tentu akan muncul dalam materi promosi kita di luar negeri atau relasi internasional. Apalagi secara arsitektur ini luar biasa," ujar Dodit, Kamis (29/12/2022).

Tak hanya itu, kata Dodit, Masjid Raya Al Jabbar bisa dijadikan lokasi baru untuk menggelar kegiatan yang berhubungan dengan kerja sama luar negeri. "Jadi Al Jabbar itu dari segi fungsi jadi sentral ibadah yang nanti akan dikembangkan untuk lebih mengenalkan Jabar di skala internasional. Jadi tak hanya sebagai tempat syiar, tapi bisa jadi bagian ikhtiar menjangkau umat Muslim internasional," ujarnya.

 

Masjid Al Jabbar memiliki kontruksi bangunan yang megah dan istimewa. Selain sebagai tempat beribadah, Masjid Al Jabbar mempunyai fungsi edukasi, wisata, dan sosial. 

Manajer Produksi Proyek Pembangunan Masjid Al Jabbar Affy Primadhian mengatakan ada banyak keistimewaan dalam masjid yang didesain langsung Gubernur Jabar Ridwan Kamil sewaktu masih jadi Wali Kota Bandung tersebut, terutama dari sisi konstruksi. Salah satunya, bangunan utama tanpa tiang tengah. 

"Pembangunan Masjid Al Jabbar ini banyak hal istimewanya, terutama dari segi desain yang sudah dirancang sendiri oleh Bapak Ridwan Kamil. Suatu tantangan buat kami untuk menyelesaikan pekerjaan ini agar sesuai desain yang diharapkan," katanya. 

Menurut Affy, ada banyak tantangan yang dihadapinya. Namun, perlahan dan pasti, satu per satu konstruksi Masjid Al Jabbar dapat terealisasi sesuai dengan harapan. 

"Tantangannya banyak sekali karena desain yang diberikan Pak Ridwan Kamil ini sangat unik. Jadi bagi kami pelaksana konstruksi harus benar benar berpikir bagaimana caranya mewujudkan bentuk yang diharapkan," katanya.

Meski menghadapi banyak tantangan, ia dapat menyelesaikan dengan sebaik-baiknya. Ia pun merasa bangga dapat terlibat dalam pembangunan Masjid Al Jabbar yang akan menjadi ikon Provinsi Jabar. 

"Saya sendiri pada waktu melihat desain awal, saya berpikir keras, ini suatu tantangan buat kami. Begitu ini menjadi kenyataan, sebuah kebanggaan bagi kami sendiri untuk bisa merealisasikan apa yang didesain oleh Pak Gubernur menjadi bangunan yang epik. Insya Allah bangunan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat Bandung dan sekitarnya, dan menjadi tempat wisata, dan tentunya menjadi tempat ibadah bagi kaum Muslim," katanya.

Kepala Bidang Jasa Konstruksi Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Provinsi Jabar Gunawan mengatakan Masjid Al Jabbar dapat menjadi ruang edukasi keislaman. Selain museum Nabi Muhammad SAW, terdapat taman-taman tematik.

"Fasilitas di Masjid Al Jabbar ini yang pertama tentunya sarana beribadah, area untuk sholat. Kemudian yang kedua, area untuk pameran. Jadi kita punya museum terkait dengan perkembangan Islam, mulai dari zaman Nabi Muhammad sampai ke Indonesia," kata Gunawan.

Kemudian, ada juga area untuk lanskap. Ini area yang mengelilingi masjid di luar dari embung atau retensi. 

"Contohnya, ada taman Nabi Adam, ada taman Nabi Nuh, ada taman Nabi Ibrahim, kemudian ada juga taman Nabi Yunus. Di situ menggambarkan bagaimana kisah-kisah nabi-nabi," katanya.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement