Sabtu 24 Dec 2022 19:38 WIB

Gus Muwafiq Ingatkan Manusia Perbaiki Cara Memperlakukan Alam

Manusia tidak bisa hidup tanpa alam.

Rep: Fuji E Permana/ Red: Ani Nursalikah
Ulama KH. Ahmad Muwafiq atau Gus Muwafiq. Gus Muwafiq Ingatkan Manusia Perbaiki Cara Memperlakukan Alam
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Ulama KH. Ahmad Muwafiq atau Gus Muwafiq. Gus Muwafiq Ingatkan Manusia Perbaiki Cara Memperlakukan Alam

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- KH Ahmad Muwafiq atau yang lebih akrab disapa Gus Muwafiq menyampaikan tausiyah dalam acara Cahaya At-Thohir di Masjid At-Thohir pada Sabtu (24/12/2022). Gus Muwafiq yang didampingi Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengingatkan agar manusia memperbaiki perilakunya terutama dalam memperlakukan alam.

Gus Muwafiq mengatakan, bencana alam terjadi karena ada siklus yang harus terjadi. Misalnya banjir terjadi di musim hujan. Gunung meletus karena gunungnya aktif.

Baca Juga

"Ini semua sifatnya masih bencana, artinya ini semuanya harus introspeksi bahwa perilaku kita harus diperbaiki, bagaimana memperlakukan alam karena manusia tidak bisa hidup tanpa alam," kata Gus Muwafiq dalam acara Cahaya At-Thohir, Sabtu (24/12/2022).

Gus Muwafiq menerangkan, manusia membuat rumah dari kayu maka harus menebang pohon, tapi tebanglah pohon secukupnya. Manusia harus membangun bangunan dari beton harus mengambil pasir dan batu dari alam. Artinya harus ada sumber daya alam yang diambil dari alam, tapi ambillah secukupnya.

 

Ia menjelaskan, azab berbeda dengan bencana alam. Azab adalah sesuatu yang tidak normal. Misalnya, normalnya hujan air tapi malah hujan uang atau emas. Seketika uang dan emas menjadi tidak laku.

"Tapi yang terjadi sekarang sifatnya bencana, semua harus introspeksi diri, yang tinggal di gunung jangan menggunduli pohon, yang di hutan jangan banyak menebang hutan karena kebutuhan manusia tidak bisa enggak, memang lingkungan harus diambil untuk kebutuhan manusia," ujar Gus Muwafiq.

Gus Muwafiq mengatakan, lingkungan harus diambil untuk kebutuhan manusia. Contohnya, manusia mengambil nyawa kambing dan sapi untuk memakan dagingnya itu boleh. Karena untuk kebutuhan protein manusia.

"Sebenarnya kehidupan kita masih normal, jadi jangan terlalu berlebihan menganggap ini azab, di Cianjur ada gempa bumi karena sesarnya ada di Cianjur, di Jogja dulu ada gempa karena sesarnya ada di Jogja, kalau tidak ingin terkena banjir ya jauhi aliran sungai," jelas Gus Muwafiq.

Di tempat yang sama, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengajak masyarakat untuk saling bergotong royong dan rajin menabung. Erick mengatakan, kalau dilihat dari ekonomi, banyak negara akan mengalami resesi. Tapi resesinya bukan terjadi di Indonesia.

"Di Indonesia, kita pertumbuhan ekonominya masih terus naik sampai 2045, yang penting kita harus mulai gotong royong," kata Erick.

Erick mengingatkan agar masyarakat memulai gotong royong di sekitar tempat tinggal masing-masing. Kalau ada tetangga yang membutuhkan pertolongan, maka dibantu bersama-sama. Kalau ada tetangga yang berjualan, dibeli barang dagangannya.

"Kita harus menghidupkan ekonomi di sekitar kita, jangan ekonomi dengan orang lain terus, ini yang harus kita bangun gotong royong sesama kita," ujar Erick.

Erick mengatakan, Insya Allah, ekonomi Indonesia tidak gelap. Erick juga mengingatkan agar masyarakat mulai menabung. Jangan sampai hanya melakukan doa, tapi tidak menabung, akhirnya tidak cukup uangnya untuk beli rumah.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement