Selasa 13 Dec 2022 08:29 WIB

Ganggu Murid Sholat Hingga Injak-Injak Sajadah, Guru di Florida Dipecat

Pihak sekolah menyelidiki kasus guru yang mengganggu murid sholat

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Nashih Nashrullah
Ilustrasi islamofobia. Pihak sekolah menyelidiki kasus guru di sekolah Florida yang mengganggu murid sholat
Foto: AP /Rafiq Maqbool
Ilustrasi islamofobia. Pihak sekolah menyelidiki kasus guru di sekolah Florida yang mengganggu murid sholat

REPUBLIKA.CO.ID, TALLAHASSEE – Seorang guru di Florida dipecat setelah mengganggu muridnya saat sedang melaksanakan sholat. Tindakan tersebut diambil pihak sekolah menyusul viralnya video kejadian yang diunggah di TikTok dan beredar luas. 

Dalam video yang dibagikan, sekelompok anak laki-laki terlihat sedang membaca doa Islami dalam bahasa Arab dengan musik lembut diputar di latar belakang. Kemudian, seorang guru terdengar masuk dan berkata, “Tunggu, ini di kantor saya dan kalian semua melakukan sihir ini? Hei, hei, hei." 

Baca Juga

Guru tersebut kemudian meniup peluit dan berkata, "Saya percaya pada Yesus jadi saya menyela lantai ini." 

Bersamaan dengan pernyataannya ini, dia melangkah melewati anak laki-laki yang berdoa, menginjak salah satu sajadah anak laki-laki itu dan mendorong tangannya. 

 

Guru yang tidak disebutkan namanya ini bekerja di Akademi Franklin, sebuah sekolah yang didanai publik di Pembroke Pines, Florida. 

Dalam pernyataan yang dikeluarkan sekolah, diumumkan bahwa guru tersebut "tidak lagi menjadi anggota staf Akademi Franklin". 

Video itu telah diunggah ke platform media sosial populer TikTok pada Rabu (7/12) dan telah dilihat 7,4 juta kali. Perwakilan dari Dewan Hubungan Amerika dan Islam (CAIR), Wilfredo Ruiz, menggambarkan hal ini sebagai kasus intimidasi. 

“Melihat seorang guru mengungkapkan begitu banyak kebencian dan intimidasi kepada siswa, ketika ia seharusnya menjadi orang yang melindungi siswa dan melindungi siswa mereka," kata dia dikutip di //Mirror//, Selasa (13/12/2022). 

Dia melanjutkan, pihaknya mengharapkan sekolah memberikan dukungan penuh dalam setiap kegiatan siswa. Hal ini berlaku tidak hanya pada kegiatan akademik, tetapi kegiatan apa pun yang memperkaya lingkungan akademik mereka. 

Mahkamah Agung Amerika Serikat sebelumnya telah memutuskan sekolah-sekolah yang didanai publik tidak boleh mengadakan sholat berjamaah secara resmi. Tetapi sholat yang dipimpin siswa dan tidak mengganggu pendidikan mereka dilindungi Amandemen Pertama. 

Baca juga: Hidayah adalah Misteri, Dunia Clubbing Pintu Masuk Mualaf Ameena Bersyahadat http://republika.co.id/berita//rmnays320/hidayah-adalah-misteri-dunia-clubbing-pintu-masuk-mualaf-ameena-bersyahadat

Pernyataan dari Franklin Academy mengklaim kejadian tersebut terungkap ke tim pimpinan sekolah saat video viral tersebut dibagikan kepada mereka. 

Mereka mengatakan penyelidikan tengah diluncurkan dan meski tidak membahas masalah secara rinci, mereka mengatakan guru tersebut telah dipecat. 

“Video TikTok yang sangat meresahkan telah diterima tim kepemimpinan kami. Video itu tampak memperlihatkan seorang guru menginterupsi para siswa pada saat sholat. Setelah menerima video tersebut, pimpinan organisasi dan sekolah segera menyelidiki situasi tersebut," ujar mereka dalam pernyataannya. 

Franklin Academy disebut tidak mentoleransi perilaku diskriminatif. Seperti yang diketahui banyak orang, sekolah ini menggunakan sistem sekolah International Baccalaureate (IB). 

Lebih lanjut, sebagai bagian dari inisiatif IB yang menjadi komitmen mereka, Franklin memiliki tujuan mengembangkan generasi muda yang ingin tahu, berpengetahuan dan peduli, dengan membantu menciptakan dunia yang lebih baik dan lebih damai melalui pemahaman dan rasa hormat antar budaya dan ras.  

"Kami tidak hanya menetapkan siswa kami dalam mengembangkan sifat-sifat ini, tetapi juga untuk fakultas dan staf kami untuk menjadi teladannya. Meskipun kami tidak membahas masalah personel, kami dapat menyampaikan kepada Anda bahwa guru yang dimaksud tidak lagi menjadi anggota staf Akademi Franklin," lanjutnya.  

 

Sumber: mirror

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement