Ahad 11 Dec 2022 21:36 WIB

Menguak Hikmah Pergerakan Lempeng Bumi dan Gunung

Pergerakan lempeng bumi terbagi menjadi dua.

Rep: Imas Damayanti/ Red: Muhammad Hafil
Foto udara Ngarai (lembah) Sianok di Bukittinggi, Sumatera Barat, Rabu (13/4/2022). Ngarai Sianok merupakan lembah yang membentang 15 kilometer dengan ketinggian tebing sekitar 100 meter terbentuk karena proses turunnya sebagian lempengan bumi sehingga menimbulkan patahan berwujud jurang yang curam.
Foto: ANTARA/Aditya Pradana Putra
Foto udara Ngarai (lembah) Sianok di Bukittinggi, Sumatera Barat, Rabu (13/4/2022). Ngarai Sianok merupakan lembah yang membentang 15 kilometer dengan ketinggian tebing sekitar 100 meter terbentuk karena proses turunnya sebagian lempengan bumi sehingga menimbulkan patahan berwujud jurang yang curam.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Allah menciptakan alam semesta ini merupakan rahmat dan kasih sayang kepada makhluk-Nya. Di dalam alam semesta yang luas ini, Allah menebarkan triliunan ilmu dan deretan hikmah atas fenomena alam. 

Salah satu fenomena alam yang kerap menyedot perhatian manusia adalah tentang gunung api dan juga lempeng bumi. Bagaimana kiranya pergerakan lempeng bumi itu? Dan benarkah gunung juga bergerak? Apa hikmah di balik itu semua? 

Baca Juga

Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Hendra Gunawan menjelaskan, pergerakan lempeng bumi terbagi menjadi dua, yakni gerakan horizontal dan vertikal. Pulau Jawa dan Pulau Sumatera berada pada jalur pertemuan dua lempeng, yakni lempeng dari Australia dan lempeng Eurasia. 

"Dua pertemuan ini akan bergerak horizontal sebetulnya. Nah itu kan memberikan tekanan di bawah pulau karena dua lempeng ini," kata Hendra saat dihubungi Republika, Selasa (6/12/2022). 

Dia melanjutkan, ada pula gesekan panas di pertemuan dua lempeng tersebut. Yang mana hal itu menjadikan yang di bawahnya  panas sehingga menimbulkan gerak vertikal dari meterial-material panas. Hal itulah yang menjadi gunung api. 

Dia menjelaskan pada hakikatnya pergerakan gunung memang ada dan relatif lambat. Pergerakannya 7 cm per tahun dan di setiap wilayah, pergerakan-pergerakan itu saling berbeda. Hendra menekankan, meski pergerakan itu sangatlah kecil, namun sejatinya itu memberikan dampak yang luar biasa. 

"Kalau dilihat dari perubahan kan kecil, karena cuma cm per tahun. Tapi dampaknya bisa kita rasakan setiap saat oleh. Misalnya gunung meletus, gempa bumi. Itu karena ada tekanan di bawah," ujar Hendra. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement