Selasa 15 Nov 2022 17:08 WIB

Cahaya Allah SWT Datang Kapan Saja, Persiapkan Hati Selalu untuk Menyambutnya

Allah SWT akan memancarkan cahaya-Nya pada hati Muslim yang bersih

Rep: Fuji E Permana/ Red: Nashih Nashrullah
Ilustrasi menyiapkan hati sambut cahaya Allah SWT. Allah SWT akan memancarkan cahaya-Nya pada hati Muslim yang bersih
Foto: Niranjan Shrestha/AP
Ilustrasi menyiapkan hati sambut cahaya Allah SWT. Allah SWT akan memancarkan cahaya-Nya pada hati Muslim yang bersih

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Syekh Ibnu Athaillah as-Sakandari dalam kitab Al-Hikam mengingatkan agar manusia menyiapkan hatinya untuk menerima cahaya dari Allah SWT Yang Mahapengasih dan Penyayang. 

Cahaya dari Allah SWT adalah cahaya yang bisa memberikan petunjuk menuju kepada-Nya. Maka bersihkan hati dari gambaran-gambaran dunia dengan segala kenikmatannya agar selalu siap kapanpun menerima cahaya dari Allah SWT. 

Baca Juga

 رُبَّمَا وَرَدَتْ عَلَيْكَ الأَنْوَارُ فَوَجَدَتِ القَلْبَ مَحْشُوَّاً بِصُوَرِ الآثَارِ فَارتَحَلَتْ من حَيْثُ جَاءَتْ

"Bisa jadi cahaya akan menghampiri kamu, kemudian mendapati hati kamu dipenuhi gambaran-gambaran makhluk, sehingga cahaya tersebut kembali ke tempat asalnya." (Syekh Athaillah, Al-Hikam)

 

Penyusun syarah dan penerjemah Al-Hikam, D A Pakih Sati Lc dalam buku Kitab Al-Hikam dan Penjelasannya yang diterbitkan penerbit Noktah tahun 2017 menjelaskan maksud Syekh Athaillah tentang menyiapkan hati untuk menerima cahaya dari Allah SWT. 

Kamu tidak mengetahui kapan Allah SWT akan menurun¬kan cahaya-Nya ke dalam hati kamu. 

Bisa jadi ketika Allah SWT menurunkannya, hati kamu sedang dipenuhi gambaran¬-gambaran dunia dengan segala kenikmatannya sehingga cahaya tersebut kembali lagi kepada pemiliknya. 

Alangkah meruginya kamu, jika kamu termasuk golongan ini. Cahaya itu adalah hadiah dari Ar-Rahman, tidak ada seorang Muslim pun yang tidak menginginkannya. 

Jika kamu memperhatikan literatur sejarah para ulama dan sufi, maka kamu akan mendapati betapa banyak di antara mereka yang menghabiskan hari mereka dengan ibadah dan amalan, namun cahaya itu tidak kunjung menghampiri hati mereka.

Tetapi bagaimana jika kamu justru mengalami keadaan yang sebaliknya, ketika cahaya itu menghampiri kamu, malah kamu sedang berada dalam keadaan yang tidak selayaknya.

Maka bersihkan hati kamu dari bayang-bayang dunia. Sehingga, ketika cahaya itu menghampiri kamu, maka kamu dalam kondisi yang siap siaga.

Jika selama ini kamu rela melakukan apapun demi mendapatkan hadiah dari para makhluk, padahal nilainya tidak seberapa, maka lakukanlah yang lebih baik lagi demi mendapatkan hadiah dari Ar-Rahman yaitu cahaya-Nya. Caranya, siapkan hati kamu untuk menerimanya, dan rajinlah mendekatkan diri kepada-Nya.        

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement