Jumat 04 Nov 2022 15:26 WIB

Keamanan Pangan Jadi Isu Utama Pertemuan Wapres dan DinarStandard UEA

Wapres menekankan pentingnya pengembangan ekonomi syariah

Wakil Presiden (Wapres) RI, KH Maruf Amin bertemu dengan Peneliti Senior dari DinarStandard, Mohamed Ali Mechraoui di Hotel Raffles Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) pada Kamis (3/11/2022) membicarakan ekonomi syariah dan halal.
Foto:

Dia mengatakan, semestinya tidak ada kompetisi antara negara-negara Muslim. Justru yang perlu ada adalah kerjasama dan menolong satu sama lain antara negara-negera Muslim. 

Niat tolong menolong ini perlu ditunjukan melalui program-program, misalnya pengembangan kapasitas dan membangun kesadaran antar negara-negara Muslim bahwa mereka perlu fokus dalam bidang keamanan pangan ini.

Mechraoui menambahkan, negara-negara Muslim juga perlu fokus dalam bidang-bidang lainnya, misalnya pendidikan, kesejahteraan, kebijakan pemerintahan, dan jaminan kesehatan. 

Indonesia dan ekonomi syariah  

Mechraoui menyampaikan bahwa Indonesia memiliki satu ekosistem halal yang sangat kuat, semua orang mengetahui itu. Indonesia memiliki sertifikasi halal dan mengembangkan ekosistem halal. 

Hal ini menunjukkan bahwa tidak adanya pertentangan kepentingan dan tidak adanya tumpang tindih, sehingga mendukung adanya ekosistem halal yang kuat di Indonesia. 

Wapres RI kepada DinarStandard menyampaikan bahwa Indonesia memiliki keinginan besar untuk membangun ekonomi syariah dan menjadi pemain di kancah global. Oleh karena itu Indonesia mengembangkan ekosistem kelembagaan dan jaringan. 

"Indonesia membangun kelembagaan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) di pusat, dan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) di semua provinsi," jelas Wapres. 

Kiai Ma'ruf menyampaikan bahwa ada empat hal yang menjadi fokus perhatian. Pertama, pengembangan industri halal. Kedua, pengembangan industri keuangan syariah. 

Ketiga, membangun usaha, bisnis dan pengusaha syariah. Keempat, pengembangan keuangan sosial syariah seperti zakat, infak, sedekah, dan wakaf (Ziswaf). 

"Untuk industri halal, kami bangun ekosistem halal mulai dari kawasan industri halal, jadi kawasan ekonomi khusus untuk halal," jelas Kiai Ma'ruf.

Baca juga: Ritual Sholat Memukau Mualaf Iin Anita dan Penantian 7 Tahun Hidayah Akhirnya Terjawab 

Dia menambahkan, sertifikasi halal di Indonesia juga meliputi aspek makanan, minuman, kosmetik, obat-obatan bahkan sampai ke pariwisata halal. Selain itu, industri halal juga ada di beberapa kawasan di Indonesia, dan ada Muslim Fashion Week. 

"Untuk pariwisata halal di seluruh Indonesia adalah destinasi wisata, tapi ada beberapa (destinasi wisata) yang kami bangun istimewa," kata Wapres. 

Wapres juga menceritakan saat bertemu Presiden UEA Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ), beliau mengatakan Indonesia memiliki SDM dan SDA yang besar dan bisa menjadi negara yang besar. 

Kiai Ma'ruf menegaskan, salah satu yang ingin dibangun Indonesia adalah ekonomi yang sesuai dengan syariah. 

"Saya setuju kita umat Islam harus bangun karena potensi kita besar, karena itu saya setuju sekali membangun kerjasama dengan negara-negara Muslim," kata Wapres. 

Untuk diketahui, DinarStandard adalah lembaga pengkajian bertaraf internasional yang fokus pada ekonomi Islam global.

Lembaga ini sekaligus lembaga pemeringkat yang menerbitkan Global Islamic Economy Indicator (GIEI) dan secara rutin mempublikasikan hasil kajiannya dalam laporan State of Global Islamic Economic (SGIE) Report. 

 

Laporan SGIE ini mencakup sektor makanan halal, keuangan Islam, perjalanan ramah Muslim, fesyen Muslim, obat-obatan, kosmetika halal, media dan rekreasi. Pada SGIE Report 2022, Indonesia secara keseluruhan mampu mempertahankan posisi ke-4 dalam pengembangan ekosistem ekonomi syariah.     

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement