Senin 17 Oct 2022 16:05 WIB

Imam Shamsi Ali: Alquran Bukan Sekadar Bacaan

Membaca Alquran bertujuan menanamkan hidayah dalam jiwa-jiwa manusia.

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Ani Nursalikah
Ilustrasi Anak membaca Alquran. Imam Shamsi Ali: Alquran Bukan Sekadar Bacaan
Foto: AP /Allauddin Khan
Ilustrasi Anak membaca Alquran. Imam Shamsi Ali: Alquran Bukan Sekadar Bacaan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ayat suci Alquran merupakan tuntunan dan Kitab Suci bagi umat Islam. Di dalamnya terdapat sejumlah ayat yang menjadi panduan hidup bagi setiap Muslim dan bukan sekadar bacaan.

Imam/Director of JMC Shamsi Ali menyebut, selama ini ada satu hal yang sering disalahpahami oleh sebagian umat, utamanya ketika membaca ayat-ayat Alquran berulang-ulang. Biasanya, timbul di benak perasaan sangsi atau ragu, untuk apa membaca Alquran berulang-ulang.

Baca Juga

"Mereka belum paham bahwa Kitab ini dinamai Alquran, bukan sekadar 'bacaan'. Tapi bacaan yang dalam dan berulang-ulang," ucap dia dalam pesan teks yang diterima Republika, Senin (17/10/2022).

Ia menyebut hal itu karena membaca, bahkan meski sudah tahu sekalipun dari sebuah bacaan, belum tentu telah membaca dalam arti yang sesungguhnya (haqqa tilawatih).  Alquran bukan sekadar buku bacaan, bahkan tidak sekadar untuk diketahui.

 

Membaca Alquran bertujuan menanamkan hidayah dalam jiwa-jiwa manusia. Karenanya, ia menyebut sekadar “tahu” bukan tujuan terakhir dari Alquran, namun untuk menghadirkan petunjuk (hudan) dalam hidup seseorang.

"Salah satu ilustrasi yang Allah berikan tentang Alquran adalah bahwa Alquran itu bagaikan air hujan yang diturunkan dari langit. Air hujan itu akan turun dan turun lagi hingga masanya tanah yang kering menjadi subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan yang segar dan bermanfaat bagi manusia," lanjut dia.

Dengan demikian, Imam Shamsi Ali menyebut membaca Alquran bagaikan siraman air ke tanah, untuk menyuburkannya. Alquran adalah siraman heavenly water (air suci) ke jiwa-jiwa manusia yang akan menyuburkannya.

Jiwa yang sehat dan subur itulah, lanjutnya, yang akan melahirkan buah-buah segar kehidupan (perilaku, karya, inovasi) yang sehat dan menyehatkan. Karena itu, ia menyebut jangan pernah mempertanyakan kenapa kitab yang sama dibaca, dibaca, dan dibaca lagi.

"Karena setiap kali dibaca, Alquran akan menyirami jiwamu sehingga menjadi subur untuk melahirkan amal, karya dan inovasi kehidupan. Siramlah lahanmu setiap saat. Siramlah jiwamu setiap waktu," ujarnya.

اللهم ارحمنا بالقران واجعله لنا نورا وهدا ورحمة…اللهم اجعل القران ربيع قلوبنا وشفاء صدورنا وذهاب همومنا…

Semoga Allah merahmati dan selalu menunjuki langkah-langkah kita dengan cahaya Alquran. Amin.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement