Rabu 12 Oct 2022 13:59 WIB

Pejabat Dewan Eropa Sepakat Perangi Rasialisme Anti-Muslim

Ada peningkatan yang mengkhawatirkan dalam rasialisme terhadap Muslim di Eropa.

Rep: Haura Hafizhah/ Red: Ani Nursalikah
Kompleks masjid Eyyub Sultan di Strasbourg, Prancis. Pejabat Dewan Eropa Sepakat Perangi Rasialisme Anti-Muslim
Foto: bloomberg.com
Kompleks masjid Eyyub Sultan di Strasbourg, Prancis. Pejabat Dewan Eropa Sepakat Perangi Rasialisme Anti-Muslim

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pejabat tingkat tinggi dari Dewan Eropa (CoE) dan Organisasi untuk Keamanan dan Kerja Sama di Eropa (OSCE) sepakat mengambil langkah-langkah konkret memerangi meningkatnya rasialisme anti-Muslim di Eropa.

Dilansir dari Anadolu Agency, Rabu (12/10/2022), Perwakilan Khusus CoE tentang Antisemitisme, Anti-Muslim dan Bentuk Intoleransi Agama dan Kejahatan Rasial Lainnya Daniel Holtgen mengadakan pertemuan daring dengan perwakilan pribadi baru dari ketua OSCE dalam memerangi intoleransi dan diskriminasi terhadap Muslim Ismail Hakki Musa.

Baca Juga

Dalam sebuah unggahan di akun Twitter resmi, Daniel Holtgen mengatakan mereka telah mengamati peningkatan yang mengkhawatirkan dalam rasialisme terhadap Muslim di Eropa mirip yang dengan peningkatan antisemitisme.

"Dewan Eropa dan OSCE berkomitmen menghentikan tren tersebut," katanya.

 

Dalam pernyataan terpisah, Daniel Holtgen mengatakan dia mengucapkan selamat kepada Ismail Hakki Musa atas pengangkatannya. Ia setuju melanjutkan dan membangun hubungan baik yang dibangun dengan pendahulunya dan bertukar pandangan tentang kebebasan beragama dan berkeyakinan khususnya rasialisme anti-Muslim.

"Kami berdua menekankan pentingnya masyarakat sipil dan melibatkan kaum muda dalam memerangi semua bentuk intoleransi. Kemungkinan jalan kerja sama seperti membangun praktik terbaik dalam memerangi rasialisme anti-Muslim," kata dia.

 

sumber : https://www.aa.com.tr/en/europe/council-of-europe-official-concerned-over-rising-anti-muslim-racism/2708947#
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement