Selasa 20 Sep 2022 18:17 WIB

Sosok Prof Azyumardi Azra dalam Kenangan Muhadjir Effendy: Tak Banyak Bicara

Prof Azyumardi Azra wafat di RS Malaysia, Ahad (18/9/2022)

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Nashih Nashrullah
Menko PMK Muhadhir Effendy saat memimpin upacara pemakaman Ketua Dewan Pers Azyumardi Azra di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta, Selasa (20/9/2022). Mantan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut meninggal dunia pada hari Ahad (18/9/2022) setelah menjalani perawatan di rumah sakit Serdang, Selangor Malaysia. Azyumardi Azra meninggal di usia 67 tahun. Republika/Thoudy Badai
Foto: Republika/Thoudy Badai
Menko PMK Muhadhir Effendy saat memimpin upacara pemakaman Ketua Dewan Pers Azyumardi Azra di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta, Selasa (20/9/2022). Mantan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut meninggal dunia pada hari Ahad (18/9/2022) setelah menjalani perawatan di rumah sakit Serdang, Selangor Malaysia. Azyumardi Azra meninggal di usia 67 tahun. Republika/Thoudy Badai

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia Dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy menghadiri upacara pemakaman Prof Azyumardi Azra sekaligus menjadi inspektur upacara. 

Dalam kesempatan itu, dia mengenang sosok Ketua Dewan Pers dan guru besar UIN Jakarta tersebut.

Baca Juga

Menurut Muhadjir, Prof Azra dikenal sebagai orang yang tidak suka berbicara yang tidak bermakna. Jika lawan bicaranya membahas hal yang tidak penting, dia akan berusaha kembali memfokuskan pembicaraan ke persoalan. 

"Dia adalah orang yang paling serius di dunia dan selalu fokus pada persoalan. Kalau diajak berbicara, dia pasti berusaha untuk tidak menambah isu yang menjadi fokusnya. Saya kira itu merupakan amalan dari ajaran Islam, kita tidak boleh membicarakan sesuatu yang percuma. Kalau ada orang yang mengajak bicara percuma, segera dia ajak kembali ke pembicaraan yang bermakna. Itu jadi prinsip beliau," kata Muhadjir di TMP Kalibata, Selasa (20/9/2022).

Muhadjir mengatakan, dia belum sempat bertemu dengan almarhum karena jadwal agendanya yang sangat padat. 

Namun, dia sempat mengingatkan sudah waktunya almarhum menjadi Ketua Umum Himpunan Indonesia untuk Perkembangan Ilmu-ilmu Sosial (HIPIIS) yang membutuhkan perhatian dan tenaga almarhum untuk bidang kajian dan ilmu sosial.

Sebab, sosok Prof Azra adalah cendekiawan, budayawan, sejarawah, ahli ilmu sosial dan ilmu keislaman. "Reputasi beliau tidak hanya diakui di tingkat sejawat di Indonesia, tetapi mancanegara dan seluruh dunia," ujarnya.

Selain itu, Muhadjir juga menyebut derajat almarhum dari segu keilmuan sama bahkan lebih dari senior-seniornya. Dia berharap ke depannya akan muncul Azyumardi Azra muda. 

"Ini merupakan suatu hal yang luar biasa kehilangan. Saya kira beliau derajat ya dari segi kemampuan keilmuan sama dengan bahkan lebih dari senior-seniornya. Mudah-mudahan, akan segera muncul Azyumardi Azra muda yang memiliki kemampuan setara," tambahnya.

Jenazah Prof Azra tiba di TMP Kalibata pada pukul 08.30 WIB. Saat tiba, peti jenazah diselimuti oleh bendera merah putih dan sanak saudara menggiring almarhum hingga liang lahat. Sebelum tiba di TMP Kalibata, jenazah disholatkan di Auditorium Harun Nasution UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.    

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement