Ahad 04 Sep 2022 21:20 WIB

581 Hafiz Alquran di Jalur Gaza Dimuliakan

Mereka membuat agenda tersebut untuk semua hafiz dari semua wilayah Gaza.

Rep: Alkhadeli Kurnialam/ Red: Muhammad Hafil
581 Hafiz Alquran di Jalur Gaza Dimuliakan. Foto: Alquran (ilustrasi)
Foto: Dok Republika
581 Hafiz Alquran di Jalur Gaza Dimuliakan. Foto: Alquran (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA–Sebuah Organisasi Palestina yang berbasis di Gaza, Darul Quran Al Kareem Wa Sunnah membuat acara besar untuk memuliakan 581 penghafal atau hafiz Alquran yang membaca Alquran dari hafalan mereka. Semua pria, wanita dan anak-anak yang membaca Alquran dalam enam sampai sepuluh jam pekan lalu dimuliakan di sebuah pesta besar.

Dilansir dari Middle East Monitor, Sabtu (4/8/2022), "Elite of Reciters" adalah slogan agenda tersebut dan dihadiri oleh ribuan tamu, termasuk pejabat pemerintah, pemimpin berbagai faksi Palestina dan perwakilan organisasi.

Baca Juga

Bilal Imad, yang mengepalai Darul Quran Al Kareem Wa Sunnah, yang mengorganisir acara unik tersebut, menuturkan bahwa mereka membuat agenda tersebut untuk semua hafiz dari semua wilayah Gaza.

"Hari ini, kami menghormati 581 pembaca Kitab Allah dari semua gubernur di Jalur Gaza,"ujarnya.

 

Ketua Majelis Wali Amanat Darul Quran Al Kareem Wa Sunnah, Dr Abdul Rahman Al-Jamal menyambut baik acara tersebut. Al-Jamal yang merupakan seorang anggota parlemen Palestina, mengatakan bahwa rakyat Gaza hidup dalam berkah Alquran.

Darul Quran Al Kareem Wa Sunnah didirikan pada tahun 1992 untuk melayani mereka yang mempelajari dan menghafalnya.

Kegiatan Alquran sangat umum di Jalur Gaza dan program pembacaan dan penghafalan Alquran diadakan di daerah kantong pantai sepanjang tahun.

Meski Gaza sedang mengalami blokade dari zionis Israel, tetapi hal itu tak mengurangi semangat anak-anak untuk belajar dan menghafal Alquran.

Sejak 2015 sudah ada lebih dari 20 ribu pria dan wanita dari seluruh dunia telah menyelesaikan kursus di pusat belajar tersebut. Tujuan dari pusat belajar tersebut adalah untuk mendidik 20 ribu orang per tahun. Selain itu, keberadaan pusat belajar juga membawa pesan kemenangan dan pembebasan Palestina dan Al Quds.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement