Selasa 23 Aug 2022 20:16 WIB

Bagaimana Caranya Agar Bisa Bahagia?

Sejatinya, Allah telah menunjukkan banyak cara untuk menggapai kebahagiaan.

Kebahagiaan yang menular/ilustrasi
Foto:

Karena beliau adalah orang yang paling memikirkan bagaimana caranya membahagiakan orang lain. Ummul mukminin, Kahdijah, juga pernah memuji sifat suaminya ini ketika Rasulullah merasa takut bahwa dirinya terancam saat menerima wahyu pertama.

“Janganlah begitu, bergembiralah! Demi Allah, Allah tidak akan menghinakanmu, selama-lamanya. Demi Allah! Sesungguhnya, kamu telah menyambung tali persaudaraan, berbicara jujur, memikul beban orang lain, suka membantu orang yang tidak punya, menjamu tamu, dan sentiasa mendukung kebenaran.” (HR Al-Bukhari 4572 dan Muslim 231). 

Dalam hadis lainnya dikisahkan, ada seorang budak wanita yang masih kecil menarik tangan Nabi untuk menunaikan suatu keperluannya. Nabi membiarkan budak tersebut membawanya ke tempat yang ia inginkan. Mengapa ini semua beliau lakukan?

Karena, beliau sangat ingin memasukkan kebahagiaan di hati orang lain. Rasulullah menjadi orang yang paling berkeinginan membahagiakan orang lain. Perbuatan mulia itu membuat Nabi menjelma menjadi orang paling berbahagia.

sumber : Dialog Jumat
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement