Sabtu 30 Jul 2022 17:44 WIB

Santri Binaan BMH Ikuti Semarak Muharram

Tujuannya agar santri memahami makna hijrah yang sebenarnya.

Menyambut tahun baru Islam 1 Muharram 1444 H, puluhan santri Tahfidz Baitul Quran Hidayatullah Medan dan mahasantri Sekolah Dai mitra binaan BMH   Sumut)  mengikuti event Semarak 1 Muharram yang digelar secara hybrid oleh Hidayatullah, Sabtu (30/7).
Foto: Dok BMH
Menyambut tahun baru Islam 1 Muharram 1444 H, puluhan santri Tahfidz Baitul Quran Hidayatullah Medan dan mahasantri Sekolah Dai mitra binaan BMH Sumut) mengikuti event Semarak 1 Muharram yang digelar secara hybrid oleh Hidayatullah, Sabtu (30/7).

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1444 H, puluhan santri Tahfidz Baitul Qur'an Hidayatullah Medan dan mahasantri Sekolah Dai mitra binaan Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Sumatera Utara (Sumut)  mengikuti event dakwah berupa Semarak 1 Muharram yang digelar secara hybrid oleh Hidayatullah, Sabtu (30/7).  Kegiatan berupa tausiyah disampaikan oleh Pemimpin Umum dan Pendiri Hidayatullah. 

"Kegiatan dilaksanakan usai shalat Shubuh di Masjid Al Kautsar yang berada di dalam pondok. Puluhan santri dan pengasuh berbaur menyimak dengan serius penuh khidmat, meski ada yang mengantuk karena malamnya dilaksanakan shalat Tahajjud bersama," kata  Lukman BAMS, ketua BMH Perwakilan Sumatera Utara dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Sabtu (30/7/2022).

Ia menambahkan,  kegiatan ini dimaksudkan agar para santri dan semua yang hadir memahami makna hijrah yang sebenarnya yang pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW bersama sahabatnya. Di samping itu agar santri mengerti refleksi hijrah dalam kehidupan sehari-hari. 

"Acaranya ini beda ya, kalau di rumah, kami biasanya pawai jalan kaki keliling kampung. Di sini beda pula. Saya suka acara ini" Ucap Reza, santri tahfidz asal Batubara. 

Selain mendengarkan  tausiyah, untuk menguatkan keakraban, kegiatan tersebut diakhiri dengan sarapan pagi bersama. “Selamat Tahun Baru Hijriyah, 1 Muharram 1444 H. Yuk bersama curahkan kepedulian dengan istiqamah tunaikan zakat dan infak,” kata Lukman.

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement