Rabu 13 Jul 2022 16:56 WIB

Rabithah Alam Islami Dukung PBNU Sukseskan Pertemuan Tokoh Agama di R-20

Rabithah Alam Islami siap bekerja sama dengan PBNU gelar R-20

Rep: Muhyiddin/ Red: Nashih Nashrullah
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (kiri) dan Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (kanan), mendampingi Sekretaris Jenderal Rabithah Alam Islami, Syekh Ahmad Al-Issa (tengah). Dalam pertemuan itu, Liga Dunia Islam siap mendukung pertemuan tokoh agama di R20.
Foto: Dok Istimewa
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (kiri) dan Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (kanan), mendampingi Sekretaris Jenderal Rabithah Alam Islami, Syekh Ahmad Al-Issa (tengah). Dalam pertemuan itu, Liga Dunia Islam siap mendukung pertemuan tokoh agama di R20.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan menggelar konferensi Internasional para pemimpin agama seluruh dunia yang disebut dengan Religion Twenty (R-20) pada November 2022.

Kegiatan yang akan digelar di Bali ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Harlah Satu Abad NU, dan menjadi kegiatan pendukung Government 20 (G20) yang saat ini dipimpin Indonesia.

Baca Juga

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf, mengkonfirmasi kesediaan Rabithah Alam Islami (Liga Muslim Indonesia) untuk bekerja sama dengan PBNU dalam menyelenggarakan R-20.

Pimpinan NU yang akrab dipanggil Gus Yahya ini mengatakan, Rabithah Alam Islami siap untuk terus membantu pengelolaan sekretariat permanen R20 di dalam Center for Shared Civilizational Values (CSCV). Menurut dia, Rabithah Alam Islami juga akan menunjuk perwakilan untuk melakukan diskusi lebih lanjut.

 

“Saya sebagai ketum PBNU berharap bahwa dalam waktu dekat ini bisa disepakati dan ditandatangani nota kesepahaman antara dua belah pihak, sehingga persiapan-persiapan menuju pelaksanaan R-20 bisa dikonsolidasikan secepatnya,” ujar Gus Yahya usai bersilaturahim ke Kantor Rabithah Alam Islami di Makkah, Arab Saudi, Selasa (12/7/2022).

Gus Yahya menilai, kesediaan Rabithah Alam Islami dalam R-20 ini membawa angin segar bagi Indonesia. Menurut dia, peran Rabithah Alam Islami sangat penting sekali karena memiliki jaringan luas di dunia Islam, khususnya di kalangan para ulama.

“Rabithah Alam Islami juga didukung dengan kuat oleh kerajaan Saudi Arabia. Dengan ikut sertanya Rabithah Alam Islami dalam agenda ini, maka akan ada akselerasi yang signifikan dalam dunia Islam,” kata Gus Yahya. 

Saat bersilaturrahim ke Kantor Rabithah Alam Islami, Gus Yahya juga ditemani Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut. Kakak beradik ini disambut Sekretaris Jenderal Rabithah Alam Islami, Syekh Ahmad Al-Issa.

Selain mendiskusikan upaya kerja sama dalam penyelenggaraan R20, ketiga tokoh tersebut juga mendiskusikan upaya penguatan dialog antar umat beragama dalam mewujudkan perdamaian dunia.

Selaku Menteri Agama, Gus Yaqut juga menyatakan siap bekerja sama dengan Rabithah Alam Islami dan PBNU dalam penyelenggaraan kegiatan R20. Karena, menurut dia, gagasan dialog antarumat beragama dalam R20 sangat penting.

“Kemenag siap kerja sama dengan Rabithah dalam menyukseskan Religion 20 atau R20,” ujar Gus Yaqut dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Rabu (13/7/2022).

Menurut Gus Yaqut, keharmonisan dan perdamaian antar umat beragama penting untuk dijaga dan ditingkatkan. “Untuk itu saya menyambut baik kerja sama ini dan menyukseskan R20. Kerja sama Rabithah-Kementerian Agama- NU akan sangat berarti sekali untuk dunia Islam dan global," jelas dia.

Sementara itu, Syekh Ahmad al-Issa mengaku senang dan bangga bisa menjalin hubungan lebih erat dengan Indonesia. Menurut dia, Indonesia tidak hanya negara yang banyak penduduk muslimnya, tapi juga memiliki masyarakat yang tetap memelihara harmoni di tengah peradaban.

Peradaban dan budaya Indonesia yang memperkuat harmoni itu, tambah dia, sangat dibutuhkan dalam rangka mencari jalan keluar dari berbagai masalah berat yang dihadapi dunia Islam secara keseluruhan.

“Kehadiran Indonesia ini sangat penting, bukan hanya karena merupakan negara dengan mayoritas muslim yang besar, juga karena peradaban dan budaya masyarakatnya tetap memelihara harmoni di tengah perbedaan,” kata Syekh Ahmad al-Issa.

Selain akan menggelar kegiatan R20, PBNU juga memiliki agenda internasional lainnya yang akan digelar sebagai bagian dari puncak Harlah NU, yaitu Muktamar Duwali fi Fikhil Hadarah atau Konferensi Internasional tentang Fikih Peradaban.

“Dua agenda internasional ini adalah agenda-agenda yang dewasa ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat dunia, tekait dengan berbagai kemelut yang sampai hari ini masih melanda tanpa bisa ditemukan jalan keluarnya," ujar Gus Yahya saat sambutan dalam acara Kick off peringatan Satu Abad NU di Jakarta pada 20 Juni 2022 lalu.  

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement