Senin 18 Apr 2022 20:26 WIB

Pengasuh Pesantren Dukung TNI AD Rawat Persatuan Bangsa

Upaya TNI untuk selalu dekat dengan rakyat dan umat Islam diapresiasi

Rep: Muhyiddin/ Red: Nashih Nashrullah
Pimpinan Pesantren Miftahul Huda 2 Ciamis, KH Nonop Hanafi, apresiasi upaya TNI rawat persatuan bangsa.
Foto: Rizky Suryarandika
Pimpinan Pesantren Miftahul Huda 2 Ciamis, KH Nonop Hanafi, apresiasi upaya TNI rawat persatuan bangsa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pimpinan Pesantren Miftahul Huda 2 Ciamis, KH Nonop Hanafi, mendukung Tentara Negara Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) untuk merawat persatuan bangsa. 

Dia pun mengapresiasi Ormas Rekonsiliasi Masyarakat (Rekat) Indonesia Raya yang telah menginisiasi pertemuan ulama dan tokoh bangsa untuk memperkuat TNI AD.  

Baca Juga

Acara silaturahim dengan para tokoh nasional, tokoh agama dan tokoh bangsa tersebut digelar di Puri Wira Bhakti, Jatisampurna, Kota Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (16/4/2022) lalu. 

Menurut Kiai Nonop, apa yang yang ikhtiarkan ormas Rekat tersebut untuk mempersatukan semua kolompok dan golongan. Persatuan ulama dan tentara merupakan tiang kekuatan negara. 

 

Dari dulu, kata dia, rakyat juga selalu mencintai TNI Angkatan Darat. Karena itu, menurut dia, TNI tidak boleh jauh dari induk semangatnya yaitu rakyat. “Dalam situasi seperti ini TNI dan para pemimpin harus menghadirkan kenyamanan bagi rakyat bahkan pendekatan penyelesaian masalah-masalah kebangsaan haruslah mendahulukan cara-cara yang humanis ketimbang pendekatan kekuasaan,” ujar Kiai Nonop dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Senin (18/4/2022)

Kiai Nonop juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada Koppasus yang tidak pernah berhenti berjuang menjaga kedaulatan Indonesia sebagai sebuah bangsa berdaulat. "Saya juga mengucapkan selamat kepada Kopassus yang berulang tahun ke-70. Semoga makin melindungi dan terus menjadi kebanggaan rakyat,” ucap dia.

Sebelumnya, Ketua Rekat Indonesia, Eka Gumilar menyampaikan komitmennya mendukung langkah TNI AD dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, sesuai Pancasila. Hal ini untuk mempertahankan NKRI sebagai sebuah bangsa yang merdeka dan berdaulat.

Menurut dia, bentuk dukungan Rekat Indonesia adalah dengan menggelar silaturahmi dengan ratusan tokoh nasional dari berbagai latar belakang.

"Rekat itu Rekonsiliasi Masyarakat, tentu sangat konsen dalam menjaga persatuan bangsa melalui silaturahmi dan forum dialog para tokoh, lintas agama, budaya, dan suku. Jadi tentu ini sejalan dengan TNI, khususnya TNI AD yang memiliki tugas utama sebagai Tentara rakyat Tentara Pejuang,” ujar Eka kepada wartawan pada Ahad (17/4/2022).

Eka menjelakan, potensi gangguan keamaanan yang mengarah pada disintegrasi bangsa bisa datang dari mana saja. Karena itu, menurut Eka, TNI AD di bawah komando Jendral TNI Dudung Abdurachman membutuhkan dukungan semua kalangan untuk menjaga keamanan, persatuan, kesatuan dan Pancasila.

"TNI membutuhkan rakyat. Bersama rakyat TNI kuat, karena TNI adalah anak kandung rakyat, dilahirkan oleh rakyat. Karena itu sebagai rakyat kita harus mendukung dan bersinergi dengan TNI. Demi NKRI kita wajib bersinergi dengan TNI, khususnya Angkatan Darat manunggal dengan Rakyat,” ucap Eka.

Eka menambahkan, seluruh ulama dan pemuka agama pasti juga menginginkan Indonesia yang sejuk aman dan damai. “Karena itu, sudah pasti akan mendukung dan bersinergi dengan TNI Angkatan Darat, tapi tentu TNI harus menjaga perannya sebagai tentara rakyat, tentara pejuang,” kata Eka.

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement