Sabtu 26 Feb 2022 04:35 WIB

Timur Tengah Kutuk Larangan Jilbab di India

Warga Kuwait juga melampiaskan kekesalan mereka ke media sosial.

Rep: Mabruroh/ Red: Ani Nursalikah
 Wanita Muslim berjalan di jalan di Bangalore, India, 16 Februari 2022. Pengadilan Tinggi Karnataka mendengar pada 16 Februari petisi yang menentang larangan hijab di lembaga pendidikan karena perguruan tinggi pra-universitas dibuka setelah ditutup selama seminggu, karena masalah hijab . India telah mengalami peningkatan jumlah kejahatan kebencian dan serangan terhadap Muslim, Kristen, dan Minoritas dalam beberapa bulan terakhir. Timur Tengah Kutuk Larangan Jilbab di India
Foto:

Protes juga terjadi di Turki di mana LSM mengadakan demonstrasi di Istanbul di depan konsulat India, mencela larangan jilbab. “Kami tidak menyetujui larangan pakaian anggota agama apapun,” kata aktivis hak asasi manusia dan pengacara Gulden Sonmez.

Di Tel Aviv, wanita menjadi tuan rumah demonstrasi, dengan seorang pengunjuk rasa mengirim pesan kepada Muslim India mengatakan, “Kami semua bersamamu, jilbab adalah hak kami.”

Dalam sebuah tweet, peraih Hadiah Nobel Perdamaian Malala Yousafzai menulis, “Menolak membiarkan anak perempuan pergi ke sekolah dengan hijab adalah hal yang mengerikan. Objektifikasi wanita tetap ada - untuk memakai lebih sedikit atau lebih. Para pemimpin India harus menghentikan marginalisasi perempuan Muslim.”

Sementara itu, supermodel Belanda-Palestina Bella Hadid melalui akun Instagramnya, mengatakan, bahwa negara- negara yang telah melarang penduduk muslim menggunakan jilbab adalah kekeliruan. Negara, kata Hadid, tidak berhak mengatur penduduknya atas pilihan pakaian mereka.

 

“Saya mendesak Prancis, India, Quebec, Belgia, dan negara-negara lain di dunia yang diskriminatif terhadap wanita Muslim, untuk memikirkan kembali keputusan apa yang telah Anda buat atau coba buat di masa depan tentang tubuh yang bukan milikmu.”

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement