Rabu 16 Feb 2022 17:11 WIB

Jajaran PBNU Ziarah ke Makam Pendiri NU Peringati Harlah ke-99

PBNU ziarah ke makam para pendiri NU untuk memperkuat energi pergerakan

Rep: Muhyiddin/ Red: Nashih Nashrullah
PBNU ziarah ke makam para pendiri NU untuk memperkuat energi pergerakan
Foto: Dok Istimewa
PBNU ziarah ke makam para pendiri NU untuk memperkuat energi pergerakan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) beserta Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) se-Indonesia berziarah ke makam para pendiri NU di Jombang pada Rabu (16/2/2022). Hal ini dilakukan dalam rangka memperingati hari lahir ke-99 NU, 

Di antaranya adalah Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari, KH Abdul Wahab Chasbullah, dan KH Bisri Syansuri. 

Baca Juga

Rais Syuriyah PBNU, KH Cholil Nafis, mengatakan ziarah ini dilakukan sebagai langkah untuk menyerap energi perjuangan para pendiri NU. “Jadi kita ngalap berkahnya, semangat perjuangannya,” ujar Kiai Cholil dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Rabu (16/2/2022). 

Pengasuh Pondok Pesantren Cendikia Amanah Depok ini menjelaskan, ziarah dapat memberikan energi tersebut bagi yang memiliki sensitivitas dan kepekaan batin. 

Menurut dia, para ulama yang diziarahi tentu akan menjawab apa yang disampaikan kepadanya. Tidak mungkin Rasulullah SAW menganjurkan untuk mengucapkan salam saat melewati kuburan jika orang-orang yang meninggal itu tidak menjawabnya. 

“Kalau tidak menjawab kan tidak mungkin kita datang ke kuburan mengucapkan salam kepada seluruh ahli kubur. Tidak mungkin Nabi mengajarkan kalau nggak nyetrum,” ucap kiai asal Madura ini. 

Selain itu, menurut Kiai Cholil, ziarah ini juga mendoakan orang meninggal sebagaimana yang digariskan Nabi, bahwa salah satu amalan yang tidak akan terputus adalah doa anak saleh. 

Dalam hadits tersebut, disebutkan kata walad dalam bentuk nakiroh (umum). Artinya, anak tersebut tidak terbatas pada garis biologis, tetapi juga mencakup anak ideologis.  “Siapapun yang mendoakan akan menjadi persembahan,” kata dia. 

Lebih dari itu, lanjut dia, ziarah juga menjadi satu langkah untuk memohon izin dan petunjuk kepada para pendiri NU mengingat harlah ke-99 dan kepengurusan yang baru saja dilantik.

“Mudah-mudahan yang kami lakukan dari beliau itu tidak menyimpang dari cita-citanya. Kita minta petunjuk kepada Allah melalui ziarah kepada beliau,” jelas doktor dari Universitas Malaya Malaysia ini. 

Kiai Cholil juga menyampaikan bahwa ziarah ini menjadi satu hal yang membedakan warga NU dengan orang-orang lain yang memiliki pemahaman berbeda.

“Ini sebenarnya diferensiasi kita warga Nahdliyin dengan lain bahwa memahami orang meninggal itu sesungguhnya masih hidup, hidup ruhnya hidup perjuangannya. Bukan karena kematian lepas hubungan luar dan dalam. Tetapi tetap satu kerangka satu perjuangan,” ujar Kiai Cholil. 

“Diferensiasi NU dan paham lain menghormati yang mati sama menghormati ketika hidup,” kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah ini. 

Rombongan PBNU dan PWNU se-Indonesia berangkat dari Bandara Juanda menuju makam KH Abdul Wahab Chasbullah di Pondok Pesantren Tambakberas Jombang pada Rabu (16/2) pagi. 

Setelah itu, rombongan akan sowan sejenak ke KH Hasib Wahab sebagai dzuriyah dan Ketua PBNU. Perjalanan dilanjutkan ziarah kepada KH Bisri Syansuri di Pondok Pesantren Denanyar. Perjalanan ditutup dengan ziarah kepada Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari di Pondok Pesantren Tebuireng. 

Selama rangkaian ziarah tersebut, Kiai Cholil Nafis didaulat untuk memimpin prosesi tahlil. Pembacaan tawassul dipimpin Katib Aam PBNU KH Akhmad Said Asrori dan doa dipimpin KH Mustofa Aqil Siroj dan KH Abun Bunyamin Ruhiat. 

Sebelumnya, rombongan PBNU dan PWNU Se-Indonesia disambut oleh Raka Raki Jawa Timur. Di ruang VIP Bandara, mereka dikalungkan sorban dan tanda pengenal kepesertaan. 

Setelah perjalanan ziarah, agenda berikutnya adalah ramah-tamah di Gedung Negara Grahadi Surabaya. Dalam kesempatan ini, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa akan turut hadir menyambut kedatangan PBNU dan PWNU Se-Indonesia. 

Puncak Peringatan Harlah Ke-99 NU ini akan diselenggarakan di Pondok Pesantren Syaichona Kholil Bangkalan Madura pada Kamis (17/2/2022) malam.   

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement