Kamis 10 Feb 2022 20:17 WIB

Aksi Vandalisme Kembali Targetkan Masjid di Jerman, Pelaku Misterius

Kejadian vandalisme targetkan masjid di Jerman bukan pertama kali

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Nashih Nashrullah
Ilustrasi vandalisme masjid. Kejadian vandalisme targetkan masjid di Jerman bukan pertama kali.
Foto: nbcphiledhelphia
Ilustrasi vandalisme masjid. Kejadian vandalisme targetkan masjid di Jerman bukan pertama kali.

REPUBLIKA.CO.ID, COLOGNE – Sebuah masjid di Jerman dirusak pada Rabu (9/2/2022) waktu setempat. Orang tak dikenal membuat gambar tulisan grafiti yang memuat rasis di salah satu pintu masjid. 

Turgut Ulker dari Persatuan Islam Turki untuk Urusan Agama (DITIB) menyatakan, serangan serupa terhadap masjid-masjid di Dortmund dilakukan bulan lalu dan serangan ini mengalami kenaikan baru-baru ini. Akibatnya, banyak Muslim yang merasa khawatir. 

Baca Juga

"Kami menuntut pihak berwenang mengambil tindakan segera dan melindungi tempat ibadah kami. Kami akan melanjutkan perjuangan kami melawan rasisme di Dortmund bersama dengan semua lembaga demokrasi," kata Ulker, seperti dilansir Anadoly Agency, Kamis (10/2/2022). 

Ulker juga menyampaikan, pihaknya akan terus melakukan yang terbaik untuk memastikan bahwa Dortmund tetap menjadi kota yang toleran. Polisi pun kini melakukan pemeriksaan terhadap masjid, di mana grafiti tersebut kini telah ditutup dengan cat semprot. 

 

Kejadian ini bukanlah yang pertama kali terjadi. Pada 2017 lalu, sebuah masjid di Jerman bagian barat daya, Freiburg, menjadi korban vandalisme. Seseorang menggambar simbol Nazi di salah satu dinding masjid tersebut. 

Ketua Islamic Centrum, Freiburg Ziya Celik, merasa khawatir atas tindakan tersebut. Menurut dia, jumlah tindakan kriminal yang menargetkan Muslim dan masjid atau mushola di Jerman, semakin meningkat akhir-akhir ini. "Kami mengecam tindakan xenofobia," ujar Celik sambil menuduh kelompok sayap kanan yang berada dibalik tindakan tersebut. 

Islamofobia dan anti migran meningkat di Jerman akhir-akhir ini. Hal ini karena kampanye dari partai sayap kanan dan populis yang meningkatkan kekhawatiran akan krisis pengungsi. 

Jumlah penduduk di Jerman mencapai 81,8 juta jiwa. Jerman memiliki populasi Muslim terbesar kedua di Eropa setelah Prancis. Sedangkan dari empat juta penduduk Muslim di Jerman, tiga juta Muslim di antaranya berasal dari Turki.   

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement