Sabtu 20 Nov 2021 21:44 WIB

10 Impian Indonesia Ala Kader Muhammadiyah Jebolan Harvard 

Kader Muhammadiyah Sukidi menawarkan 10 impian Indonesia

Rep: Muhyiddin/ Red: Nashih Nashrullah
Akademisi lulusan Harvard University yang juga pengurus Muhammadiyah Surakarta, Sukidi, menawarkan 10 impian Indonesia
Foto: istimewa
Akademisi lulusan Harvard University yang juga pengurus Muhammadiyah Surakarta, Sukidi, menawarkan 10 impian Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Gagasan The Indonesian Dreams saat ini tengah mendapatkan perhatian luas dari berbagai kalangan. Pemikiran tentang Impian Indonesia ini digagas Sukidi PhD. 

Dia adalah salah satu kader terbaik Muhammadiyah, pemikir Muslim, dan seorang penulis.

Baca Juga

Sukidi lahir pada 2 Agustus 1976 dari keluarga petani asal Sragen, Jawa Tengah. Kendati demikian, Sukidi berhasil kuliah hingga ke Universtias Harvard, Amerika Serikat. 

Di kampus ternama inilah dia meraih doktor dalam studi Islam dan agama-agama di The Graduate School of Arts and Sciences pada 2019 lalu.

 

Sukidi mengawali pendidikannya di Madrasah Ibtidaiyah yang berlokasi di Desa Pengkol, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen. Di kampung halamannya ini, ia kemudian meneruskan ke jenjang Madrasah Tsanawiyah.

Setelah itu, dia melanjutkan pendidikannya ke Madrasah Aliyah Negeri program khusus yang saat itu didirikan oleh Menteri Agama RI, Prof Munawir Sjadzali. 

Program khusus ini memberikan bekal yang cukup baik dalam studi Islam, sehingga minat Sukidi terhadap studi Islam mulai tumbuh.

“Yang mengubah perjalanan hidup saya adalah antara lain berkat Madrasah Aliyah Negeri program khusus itu,” ujarnya kepada Republika.co.id, Sabtu (20/11).

Setelah lulus dari Madrasah Aliyah, dia kemudian melanjutkan pendidikannya ke Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah dengan mengambil jurusan Peradilan Agama di Fakultas Syariah. Setelah lulus sebagai sarjana, Sukidi kemudian diangkat sebagai staf khusus Dubes RI di Norwegia.

Setelah pulang ke Tanah Air, Sukidi memilih untuk bekerja di Yayasan Puan Amal Hayati yang dipimpin oleh Shinta Nuriyah Wahid (Istri Gus Dur). Di yayasan ini, dia bekerja untuk pemberdayaan perempuan melalui pesantren.

Setelah tiga tahun bekerja di yayasan tersebut, barulah dia melanjutkan studinya ke sejumlah perguruan tinggi ternama di Amerika Serikat, seperti Universtas Ohio dan Universitas Harvard. Dia memperdalam ilmu di kampus swasta Amerika tersebut selama belasan tahun.  

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement