Selasa 02 Nov 2021 18:43 WIB

Baznas Kick Off Kantor Digital

Kantor Digital Baznas merupakan sarana kerja berbasis teknologi telekomunikasi

Rep: Rossi Handayani/ Red: Gita Amanda
Dalam memperkuat kinerja, kelembagaan dan pengelolaan zakat, infak dan sedekah (ZIS), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) meluncurkan Kantor Digital.
Foto: Baznas
Dalam memperkuat kinerja, kelembagaan dan pengelolaan zakat, infak dan sedekah (ZIS), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) meluncurkan Kantor Digital.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dalam memperkuat kinerja, kelembagaan dan pengelolaan zakat, infak dan sedekah (ZIS), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) meluncurkan Kantor Digital.

"Melalui arahan dan panduan para ahli dari PT Telkom Indonesia, Baznas mengoptimalkan pemanfaatan berbagai peranti digital seperti web dan aplikasi lainnya, sebagai sarana untuk kantor digital," kata Pimpinan Basnas RI Bidang Teknologi Informasi M Nadratuzzaman Hosen, dalam keterangan tertulisnya kepada Republika Selasa (2/11).

Baca Juga

Menurut Nadra, Kantor Digital Baznas RI merupakan sarana kerja berbasis teknologi telekomunikasi. "Kantor digital memungkinkan setiap amil menjalankan pekerjaan dimanapun, di dalam kantor maupun di luar kantor secara digital. Mengolah data dan dokumen, presentasi, komunikasi dan koordinasi kerja," ujarnya.

Dia mengatakan, dengan Kantor Digital, amil bisa melakukan pelayanan, baik terhadap mustahik, muzaki, customer, mitra, dan masyarakat pada umumnya. Juga untuk penyebaran informasi, rapat dan pertemuan, kerja sama, dan masih banyak lagi. Semua bisa dikerjakan di mana saja memanfaatkan Kantor Digital Baznas.

"Para amil bisa bekerja dengan memainkan jemari karena Kantor Digital Baznas RI yang berbasis web sudah didesain secara khusus sehingga bisa digunakan pada telepon seluler," kata Nadra.

Tidak hanya itu, Nadra menjelaskan, Kantor Digital Baznas RI terdiri atas 40 menu sarana kerja daring. Seperti menu intranet untuk layanan permohonan dokumen legal (PDL) untuk layanan pembuatan dokumen perjanjian kerja sama, MoU, SK dan sejenisnya; menu layanan keuangan, SDM, pengadaan barang dan jasa, perawatan teknologi informasi, layanan pengaduan, big data perzakatan, dan sejenisnya. Selain itu juga ada menu Pemberitahuan, Karir, Kontak Baznas, Lelang, Registrasi Supplier, dan menu Pendistribusian berupa konten dan layanan BTB, LAB, RSB, ZCD, LPPM, LPEM, BMFI, Muallaf Center, Sekolah Cendekia, LBB, Puskas.

Kemudian juga tersedia menu Tentang Zakat berupa Zakat Fitrah, Zakat Maal, Zakat Penghasilan Zakat Perusahaan, Zakat Perdagangan, Zakat Emas & Perak, Zakat Saham, Zakat Danareksa, Infak, Sedekah, Fidyah. Termasuk menu UPZ, konfirmasi ZIS, kalkulator zakat, layanan pembayaran (perbankan), layanan pembayaran (langsung), layanan pembayaran (layanan digital), info rekening zakat, press release, klipping berita, artikel, event, Baznas TV, newsletter, laporan keuangan, SZN, PPID, Pengaduan, LSP, dan lain-lain.

"Para amil bisa bekerja dengan memainkan jemari karena Kantor Digital Baznas RI yang berbasis web sudah didesain secara khusus sehingga bisa digunakan pada telepon seluler," kata Nadra.

Nadra menambahkan sejak pandemi Covid-19, Baznas sudah menerapkan sistem Bekerja Dari Rumah (BDR) sekaligus penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat bekerja di kantor atau work from office (WFO). Dalam hal ini Baznas sudah dua kali mendapatkan Verification Statement Covid Secure yang diverifikasi oleh badan sertifikasi internasional, Worldwide Quality Assurance (WQA) Asia Pacific.

Nadra mengungkapkan, Baznas juga memiliki Quality Management System Standard ISO 9001 : 2015 berupa Rencana Kontijensi (Contigency Plan). Ini terdiri atas panduan operasional baku dengan sistem pemeringkat yang akan diterapkan sesuai dengan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) I, PPKM II, PPKM III, PPKM IV. "Ini kami beri nama Kebijakan Bekerja Dari Rumah (BDR)-01, BDR-02, BDR-03," kata dia.

Selama pandemi Baznas juga merealisasikan berbagai program kerja baik skala kecil maupun besar secara daring dengan menggunakan aplikasi seperti Zoom Meeting dan Google Meet dan aplikasi lainnya. Termasuk dalam aktivitas pengumpulan dan penyaluran juga dilakukan dengan memanfaatkan sarana digital yang menjadi faktor utama yang mendorong peningkatan jumlah muzaki.

Digitalisasi dalam pengelolaan zakat, infak dan sedekah oleh Baznas berhasil memberikan pengaruh signifikan terhadap kepercayaan masyarakat Dimana pada tahun 2020 jumlah pengumpulan Baznas naik 30 persen dan pengumpulan kurban 2021 juga mengalami kenaikan signifikan. "Ini merupakan bagian dari dampak positif konstruktif dari penerapan sistem kerja yang memanfaatkan kantor digital," ucap Nadra.    

Selain itu, Baznas juga telah berhasil memperoleh penghargaan 'Best Business Transformation 2021' dari SWA. Penghargaan ini dibetikan atas berbagai langkah digitalisasi layanan yang dilakukan Baznaa dalam beberapa tahun terakhir.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement