Selasa 26 Oct 2021 10:59 WIB

Dampak Blokade Israel, Warga Gaza Teracuni Air tak Layak

97 persen air di Gaza terkontaminasi.

Rep: Alkhaledi Kurnialam/ Red: Ani Nursalikah
Dampak Blokade Israel, Warga Gaza Teracuni Air tak Layak. Distribusi air bersih bantuan rakyat Indonesia untuk warga Gaza Palestina (Water for Gaza), di wilayah Um Naser, Gaza Utara, Palestina, Senin (31/8).   (foto : dok. Daqu Gaza)
Dampak Blokade Israel, Warga Gaza Teracuni Air tak Layak. Distribusi air bersih bantuan rakyat Indonesia untuk warga Gaza Palestina (Water for Gaza), di wilayah Um Naser, Gaza Utara, Palestina, Senin (31/8). (foto : dok. Daqu Gaza)

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA -- Badan Hak Asasi Manusia (HAM) Euro-Med menyebut blokade panjang Israel telah menyebabkan penurunan serius kualitas air di Gaza. Ini membuat 97 persen air di wilayah tersebut telah terkontaminasi.

Dilansir dari Middle East Eye, Senin (25/10), situasi ini diperparah oleh krisis listrik akut yang menghambat pengoperasian sumur air dan pabrik pengolahan limbah. Kondisi ini menyebabkan sekitar 80 persen limbah Gaza yang tidak diolah dibuang ke laut, sementara 20 persen merembes ke air bawah tanah.

Baca Juga

Lembaga itu menambahkan data terbaru menunjukkan sekitar seperempat dari penyakit yang menyebar di Gaza disebabkan polusi air. Tercatat juga sebanyak 12 persen dari kematian anak-anak dan bayi terkait dengan penyakit usus yang berhubungan dengan air terkontaminasi.

“Penduduk sipil yang dikurung di daerah kumuh beracun sejak lahir sampai mati dipaksa menyaksikan anak-anak dan orang-orang terkasih mereka teracuni lambat laun oleh air yang mereka minum serta kemungkinan tanah tempat mereka memanen,” kata Kepala program dan komunikasi kelompok itu, Muhammad Shehada.

Sebagai akibat dari pencemaran air, petani dan pemilik tanah di sebagian besar wilayah pesisir harus membayar sekitar Rp 8.000 untuk setiap tangki 1.000 liter yang digunakan untuk irigasi.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement