Senin 25 Oct 2021 05:35 WIB

Sekolah Al-Iman Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Mencintai Nabi Muhammad SAW  harus diwujudkan melalui karya dan berakhlak mulia.

Ketua Umum Asosiasi Yayasan Pendidikan Islam (AYPI)  Jawa Barat H  Dadeng Wahyudi  SPd ME memberikan tausiyah pada acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diadakan oleh Sekolah Islam  Al-Iman Bojonggede, Sabtu (23/10).
Foto: Dok SIT Al-Iman
Ketua Umum Asosiasi Yayasan Pendidikan Islam (AYPI) Jawa Barat H Dadeng Wahyudi SPd ME memberikan tausiyah pada acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diadakan oleh Sekolah Islam Al-Iman Bojonggede, Sabtu (23/10).

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Sekolah Islam Al-Iman  menyelengarakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Sabtu (23/10). Kegiatan ini mengambil tema “Mencintai Rasulullah SAW  dengan Berkarya dan Berakhlak Mulia”. Sejak pukul 7 pagi para jamaah yang terdiri dari siswa, orang tua, dan warga sekitar telah memadati halaman depan sekolah yang disebut-sebut terbaik di Bojonggede, Bogor  itu. 

Peringatan Maulid 1443 Hijriah ini berlangsung dengan lancar dan tetap menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19. Seluruh jamaah dan pengisi acara diwajibkan menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan terlebih dahulu sebelum memasuki lokasi acara. 

Kegiatan dimulai dengan acara yang menampilkan berbagai kreativitas dan keterampilan siswa Al-Iman. Di  antaranya pidato dalam bahasa Arab dan Inggris, tahfiz, dongeng sirah Nabawiyah, dan sebagainya. Salah satu yang istimewa adalah hadirnya beberapa alumni yang sudah sukses untuk mengisi talkshow yang dipandu oleh salah satu siswa. Kegiatan ini bertujuan untuk memotivasi siswa agar mereka dapat meraih keberhasilan di masa depan, sesuai dengan tagline Al-Iman sebagai Sekolah Untuk Kehidupan.

photo
Para guru dan tenaga kependidikan Sekolah Islam  Al-Iman Bojonggede, Kabupaten Bogor.  (Foto: Dok Sekolah Islam Al-Iman)

Dalam sambutannya, Wakil Ketua Yayasan Perguruan Al-Iman, Khairunnas, menyampaikan, tema yang diangkat melalui peringatan Maulid ini sejalan dengan misi Al-Iman untuk menyiapkan anak didik yang berprestasi di masa depan. “Kami ingin menanamkan pada seluruh siswa bahwa mencintai Rasulullah SAW  harus kita wujudkan melalui karya dan berakhlak mulia. Siswa Al-Iman disiapkan untuk berkarya di masa depan,” ujarnya seperti dikutip dalam rilis yang diterima Republika.co.id.

Sementara itu, H  Dadeng Wahyudi  SPd ME, yang menyampaikan tausiah Maulid mengatakan pentingnya peran pendidikan dalam melanjutkan dakwah Islam. “Sesuai dengan tema yang diambil dalam Maulid ini, sekolah harus mampu mendidik siswa agar bisa berkarya dan memiliki akhlak yang mulia,” katanya.

Baca juga : Napi di Lhokseumawe Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW

Lebih lanjut, anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi PKS ini menekankan, siswa yang bisa berkarya dan memiliki akhlak mulia hanya akan lahir dari sistem pendidikan yang maju. “Pendidikan  yang maju akan lahir dari sekolah bermutu, sekolah bermutu akan melahirkan murid-murid yang bermutu, dan murid-murid yang bermutu akan lahir dari rahim guru yang bermutu,” ujar penceramah yang juga menjabat sebagai ketua umum Asosiasi Yayasan Pendidikan Islam (AYPI)  Jawa Barat ini.

Ustadz Dadeng juga menekan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat untuk memajukan dunia pendidikan. “Tanggung jawab pendidikan tidak hanya di pundak pemerintah, tapi perlu sinergi dan kolaborasi berbagai pihak, tokoh masyarakat, ulama dan lembaga pendidikan swasta,” tutupnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement