Jumat 01 Oct 2021 13:10 WIB

21 Tahun Lalu, Mengenang Pejuang Palestina Al-Durrah 

Tentara Israel membombardir Al-Durrah yang berusia 12 tahun saat itu.

Rep: Alkhaledi Kurnialam/ Red: Ani Nursalikah
21 Tahun Lalu, Mengenang Pejuang Palestina Al-Durrah. Sudah 21 tahun berlalu sejak peristiwa penembakan oleh tentara Israel yang menewaskan Mohammad Jamal Al-Durrah yang saat itu berusia 12 tahun. Tapi citranya sebagai ikon perjuangan Palestina tidak pernah pudar.
Foto:

Peluru pertama mengenai lutut Mohammad. Ayah yang tak berdaya itu meyakinkan putranya bahwa ambulans akan segera tiba untuk memindahkannya ke rumah sakit. Tapi Mohammad bersikeras dia baik-baik saja dan mampu menahan rasa sakit.

"Jangan takut ayah," Jamal mengingat kata-kata putranya.

Beberapa saat kemudian, Jamal, yang menderita beberapa luka, menemukan kepala putranya jatuh ke pangkuan kanannya dengan luka dalam di punggungnya. "Mohammad mati syahid dan meninggal dunia," ayah emosional itu mengenang.

Rekaman itu menunjukkan Jamal berteriak memberi isyarat kepada tentara Israel untuk berhenti menembak. “Bocah ini sudah mati, anak itu sudah mati,” kata Jamal sambil menggerakkan kepalanya ke kanan dan ke kiri.

"Saya meratapi anak saya. Setelah itu, muncul debu putih akibat tembakan tentara pendudukan ke arah kami. Sepertinya mereka ingin menyembunyikan bukti kejahatan ini, tapi malah menabrak pinggir trotoar," kata Jamal. 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement