Jumat 30 Jul 2021 15:25 WIB

Sebut Atlet Aljazair Unta, Pelatih Jerman Dipulangkan

Pelatih sepeda Jerman diskors dan dipulangkan dari Olimpiade Tokyo 2020.

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Ani Nursalikah
Sebut Atlet Aljazair Unta, Pelatih Jerman Dipulangkan. Pelatih sepeda Jerman diskors dan dipulangkan dari Olimpiade Tokyo 2020 setelah ia membuat pernyataan rasialis tentang atlet sepeda Aljazair dan Eritrea. . Pesepeda Jerman Nikias Arndt saat berlaga di Olimpiade Tokyo 2020.
Foto: Deutsche Welle
Sebut Atlet Aljazair Unta, Pelatih Jerman Dipulangkan. Pelatih sepeda Jerman diskors dan dipulangkan dari Olimpiade Tokyo 2020 setelah ia membuat pernyataan rasialis tentang atlet sepeda Aljazair dan Eritrea. . Pesepeda Jerman Nikias Arndt saat berlaga di Olimpiade Tokyo 2020.

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- Pelatih sepeda Jerman diskors dan dipulangkan dari Olimpiade Tokyo 2020 setelah ia membuat pernyataan rasialis tentang atlet sepeda Aljazair dan Eritrea. Selama acara balap sepeda Time Trial Putra pada Rabu lalu, Pelatih Patrick Moster mengatakan kepada pesepeda Jerman Nikias Arndt untuk mengalahkan “unta itu.”

Yang dimaksud unta mengacu pada pesepeda Aljazair Azzedine Lagab dan Amanuel Ghebreigzabhier dari Eritrea. Salah satu akun Twitter @mjrieger mengunggah video insiden tersebut. “Selama uji coba individu, ada beberapa ungkapan rasialis dari Pelatih Jerman Patrick Moster. Dia berteriak kepada Nikias Arndt “Kalahkan unta itu!” Di depan Arndt ada pesepeda Eritrea dan Aljazair,” kata @mjrieger.

Baca Juga

Jurnalis Olahraga Jerman Florian Nass langsung memberikan kritik dan komentar langsung saat siaran. “Jika saya mengerti dengan benar apa yang dia teriakkan, itu sama sekali tidak pantas. Sesuatu seperti itu tidak memiliki tempat dalam olahraga,” kata Nass, dilansir Middle East Eye, Jumat (30/7).

Setelah menuai kritik atas tindakannya, kemudian Moster meminta maaf. “Dalam situasi ini dan dengan beban yang kita miliki saat kompetisi, pilihan kata-kata saya tidak tepat. Saya sangat menyesal dan hanya bisa menyampaikan permintaan maaf yang tulus,” ujar Moster.

Dalam sebuah pernyataan, Konfederasi Olahraga Olimpiade Jerman menegaskan Moster tidak dapat melanjutkan perannya sebagai pelatih pesepeda tim nasional di Olimpiade dan akan kembali ke Jerman. Pesepeda Aljazair Lagab awalnya tidak menganggap serius tentang insiden itu. “Tidak ada balapan unta di #Olimpiade itu sebabnya saya datang untuk bersepeda. Setidaknya saya ada di sana di #Tokyo2020,” kata Lagab dalam cicitannya @AzzedineLagab.

Dia mengaku telah menghadapi komentar rasialis yang agresif sebelumnya tapi memilih tidak berurusan dengan mereka di media sosial. Selain itu, dia menyesali serangan rasial ini terjadi saat Olimpiade Tokyo.

Union Cycliste Internationale (UCI), badan pengatur balap sepeda menskors sementara pelatih Jerman itu pada Kamis. Komisi Disiplin UCI segera memeriksa masalah ini dan menganggap pernyataan Moster diskriminatif dan bertentangan dengan aturan dasar kesusilaan.

“UCI mengutuk semua bentuk perilaku rasialis dan diskriminatif dan berusaha untuk memastikan integritas, keragaman, dan kesetaraan dalam bersepeda,” kata UCI dalam sebuah pernyataan.

https://www.middleeasteye.net/news/german-coach-patrick-moster-suspended-racist-comments-camel-rider-algeria-eritrea

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement