Selasa 06 Jul 2021 12:00 WIB

Imam Besar Al Azhar Doakan Paus Fransiskus Cepat Sembuh

Paus Fransiskus didoakan Imam Besar Al-Azhar cepat sembuh.

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Muhammad Hafil
Imam Besar Al-Azhar Doakan Paus Fransiskus Cepat Sembuh. Foto ilustrasi: Paus Fransiskus (kanan) menyalami Imam Besar masjid Al Azhar Al Sharif, di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Minggu (3/2/2019).
Foto: Antara/Ryan Carter
Imam Besar Al-Azhar Doakan Paus Fransiskus Cepat Sembuh. Foto ilustrasi: Paus Fransiskus (kanan) menyalami Imam Besar masjid Al Azhar Al Sharif, di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Minggu (3/2/2019).

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO -- Imam Besar al-Azhar, Ahmed el-Tayeb, mendoakan kesembuhan Paus Fransiskus di akun Twitter miliknya. Paus Fransiskus dilaporkan menjalani operasi usus besar 4 Juli lalu, di poliklinik Gemelli di Roma.  

"Saya berharap saudara saya @Pontifex segera pulih untuk melanjutkan dedikasinya kepada kemanusiaan," tulis Ahmed el-Tayeb, dikutip di Aleteia, Selasa (6/7).

Baca Juga

Kantor pers Holy See mengumumkan kini kondisi Paus Fransiskus telah membaik dan mampu memberikan reaksi yang positif.

Imam Besar al-Azhar (Mesir) dan Paus Fransiskus telah menjalin hubungan dekat dalam beberapa tahun terakhir. Hubungan ini terjalin lebih akrab setelah menandatangani Deklarasi Abu Dhabi pada 2019.

Deklarasi tersebut menyerukan rekonsiliasi dan persaudaraan. Pemimpin Suni itu adalah bagian dari inspirasi Paus Fransiskus untuk ensiklik Fratelli tutti 2020.

Para pemimpin dunia lainnya juga mengirimkan ucapan selamat kepada Paus. Termasuk di antaranya adalah Presiden Italia, Sergio Mattarella.

Saat bepergian di Prancis, ia berbicara kepada paus tentang pikiran penuh kasih sayang dari semua orang Italia, serta harapan yang paling tinggi untuk pemulihan yang baik dan cepat.

Wali Kota Roma, Virginia Raggi, juga mengirimkan pesan cinta yang mewakili seluruh Kota Roma melalui akun Twitter-nya.  "Semoga cepat sembuh," tulisnya.

Beberapa kedutaan besar Holy See secara terbuka telah menyampaikan dukungan yang sama kepada Paus, seperti kedutaan Inggris atau Amerika Serikat.

Setelah pengumuman rawat inap dikeluarkan, rantai doa dimulai, terutama di jejaring sosial, Ahad (4/7). Scholas Occurrentes, sebuah organisasi internasional hak kepausan, menawarkan waktu doa dalam tiga bahasa di Facebook.

Di Roma, selama Misa yang dirayakan pada hari Ahad malam, umat beriman diundang berdoa secara khusus untuk uskup mereka. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement