Selasa 22 Jun 2021 04:54 WIB

Mualaf Andrea Chishti: Islam Perkuat Etika dan Moral Saya

Andrea Chishti, tidak menyangka bisa tertarik pada Islam.

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Agung Sasongko
Mualaf (ilustrasi)
Foto: Onislam.net
Mualaf (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Guru kelahiran Watford, Inggris, yang berasal dari Pakistan, Andrea Chishti, tidak menyangka bisa tertarik pada agama, dalam hal ini Islam. Dia dibesarkan di Jerman, di sebuah rumah tangga di mana agama tidak memainkan peran penting.

"Ayah saya adalah seorang ateis, tetapi ibu saya dan sekolah saya meninggalkan saya dengan keyakinan bahwa spiritualitas itu penting," tutur dia dilansir dari laman The Guardian.

Baca Juga

Andrea kemudian menikah dengan seorang Muslim kelahiran Inggris asal Pakistan bernama Fida. Mereka dikaruniai seorang putra dan putri. Andrea dan Fida bertemu di universitas pada 1991. Ketertarikan Andrea pada Islam adalah simbiosis cinta dan ide-ide intelektual.

"Fida menginginkan keluarga Muslim dan pada 1992 minat saya pada Islam telah berkembang secara signifikan, jadi saya memilih untuk pindah agama. Namun, kami butuh tiga tahun lagi untuk menikah. Selama waktu itu, kami bertengkar, bertemu teman dan keluarga, sepakat tentang bagaimana hidup bersama," katanya menjelaskan.

 

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement