Selasa 08 Jun 2021 16:29 WIB

Mualaf Irlandia Terpesona Keindahan Islam dan Jilbab

Jilbab bukanlah bentuk penindasan, melainkan pembebasan dan pilihan pribadi.

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Agung Sasongko
 Lorraine O
Foto: https://www.rsvplive.ie/
Lorraine O

REPUBLIKA.CO.ID, DUBLIN -- Seorang wanita asal Dublin, Irlandia, memutuskan memeluk Islam pada usia 30 tahun. Dia adalah Lorraine O'Connor, yang jatuh cinta dengan seorang pria Muslim dari Libya ketika dia berusia 20 tahun dan memutuskan menikah dengannya meski pada awalnya menimbulkan ketegangan dengan keluarganya.

"Pada awal 80-an, banyak pria Timur Tengah datang untuk belajar dan saya bertemu dengannya saat itu. Saya sendiri berasal dari keluarga besar dan sama sekali tidak ada orang asing dalam keluarga. Butuh waktu lama bagi keluarga saya untuk menerimanya, tetapi pada akhirnya mereka menerimanya," kata dia dilansir dari laman RSVP Live, Selasa (8/6).

Baca Juga

Sebelum mereka menikah, pria itu mengatakan kepadanya, anak-anak mereka harus beragama Islam. Saat itu, O'Connor beragama Katolik dan sangat kuat dalam agamanya. Pada akhirnya, cinta mengalahkan segalanya dan mereka pun menikah. Ia mengakui, Islam baginya kala itu terkesan cukup negatif sebelum belajar lebih banyak tentangnya.

"Ada banyak hal di media, dunia Arab digambarkan sebagai tempat di mana ada pembunuhan, perang, dan terorisme, hal-hal mengerikan terjadi. Anda akan mengasosiasikan Islam dengan tindakan orang-orang itu. Saya mendapat kesan bahwa laki-laki benar-benar mendominasi dan perempuan tidak memiliki suara," ujarnya menjelaskan.

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement