Kamis 03 Jun 2021 07:08 WIB

Adzan akan Berkumandang Lagi di Masjid Warisan Seljuk Turki

Masjid Ebul Manucher di Turki akan dipugar dan dimanfaatkan untuk sholat

Rep: Andrian Saputra/ Red: Nashih Nashrullah
Masjid Ebul Manucher di Turki akan dipugar dan dimanfaatkan untuk sholat.
Foto: Dailysabah
Masjid Ebul Manucher di Turki akan dipugar dan dimanfaatkan untuk sholat.

REPUBLIKA.CO.ID, KARS – Sudah 64 tahun tak terdengar kumandang adzan dari Masjid Ebul Manucher di kota tua Ani, Provinsi Kars, Turki. Namun dengan rencana pemugaran kembali masjid bersejarah itu, adzan kembali berkumandang dari menaranya. 

Masjid Ebul Manucher adalah bagian dari sisa bangunan kota kuno Ani yakni sebuah situs warisan dunia yang diakui oleh UNESCO. Masjid yang dibangun abad ke-11 itu membutuhkan waktu hingga 15 tahun untuk menyelesaikannya. Pembangunan masjid itu merupakan perintah Sultan Malik Shah I dari Kekaisaran Seljuk.

Baca Juga

Selama masa pendudukan Rusia pada abad ke-19, masjid itu dijadikan gudang. Kini Masjid Ebul Muncher tengah direncanakan akan dipugar dan dibuka lagi sebagai tempat ibadah yang ditargetkan Agustus mendatangkan di bawah koordinasi Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata serta beberapa kementerian, lembaga, dan organisasi lainnya termasuk Pengembangan Serhat Badan (SERKA). 

Sekretaris Jenderal SERKA, Ibrahim Tesdemir, mengatakan saat ini pengerjaan pemugaran tengah berlangsung di masjid itu.  

"Insya Allah kami akan mengadakan pembukaan untuk beribadah di masjid ini. Masjid pertama yang dibangun Turki di Anatolia, pada Agustus pada peringatan 957 tahun penaklukan Ani," kata Tesdemir seperti dilansir Daily Sabah pada Kamis (3/6). 

Dia mengatakan pada tahap pertama masjid akan dibuka untuk ibadah setelah 64 tahun tak berfungsi. Instalasi termasuk pintu dan jendela, mimbar tempat imam berdiri untuk menyampaikan khotbah dan mihrab, ceruk setengah lingkaran di dinding yang menunjukkan arah yang harus dihadapi umat Islam ketika berdoa.

Pemugaran masjid secara menyeluruh kemudian akan dilakukan dengan dukungan dari 26 lembaga. Dinding yang tak asli yang dibangun selama pendudukan Rusia akan dihilangkan sebagai bagian dari restorasi. 

"Sama seperti masjid pertama Anatolia, tenaga kerja dari setiap inci Anatolia akan ada di sini," kata Tasdemir ketika dia mencatat berapa banyak lembaga dari berbagai penjuru Turki yang akan mendukung proyek tersebut. 

Tasdemir juga menekankan bahwa penggalian arkeologi di Reruntuhan Ani juga sedang berlangsung. Dia mencatat bahwa Reruntuhan Ani membawa kepentingan yang signifikan dalam sejarah dunia dengan wilayah yang menampung 23 peradaban sepanjang 5.000 tahun umurnya. 

Reruntuhan yang terletak di perbatasan Turki-Armenia itu berkembang pada abad ke-10 dan ke-11 ketika itu adalah ibu kota kerajaan Armenia abad pertengahan Bagratides. Kota kuno ini juga berisi arsitektur Islam dari abad ke-11 dan ke-12 dan ditambahkan ke Daftar warisan dunia UNESCO pada 15 Juli 2016.

Di area Reruntuhan Ani seluas 85 hektare, terdapat banyak karya arsitektur penting seperti Gereja Amenaprgic dan Abugamir Pahlavuni, serta Masjid Ebul Manucehr.  

Sumber: daily sabah

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement