Rabu 26 May 2021 04:01 WIB

Yayasan iHAQi Ustaz Erick Yusuf Buka Pendaftaran Kuliah

Yayasan iHAQi Indonesia bekerjasama dengan asosiasi pebisnis Turki.

Rep: M Fauzi Ridwan/ Red: Agung Sasongko
Yayasan iHAQi Indonesia, pimpinan Ustadz Erick Yusuf menggelar acara peluncuran kantor cabang Bandung untuk program Turki (Edu Wisata atau Kuliah di Turki) kerjasama dengan PT Biru Marmara Edukasi pimpinan Ustadz Doddy Clevland Hidayat Putra di Pesantren Kreatif iHAQi Babakan Cimenyan Bandung, Sabtu (22/5).
Foto: Pesantren Kreatif iHAQi.
Yayasan iHAQi Indonesia, pimpinan Ustadz Erick Yusuf menggelar acara peluncuran kantor cabang Bandung untuk program Turki (Edu Wisata atau Kuliah di Turki) kerjasama dengan PT Biru Marmara Edukasi pimpinan Ustadz Doddy Clevland Hidayat Putra di Pesantren Kreatif iHAQi Babakan Cimenyan Bandung, Sabtu (22/5).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG- Yayasan iHAQi Indonesia bekerjasama dengan asosiasi pebisnis dan industri independen asal Turki (Musiad) di Indonesia menawarkan peluang kuliah kepada masyarakat di universitas-universitas terkemuka di Turki. Masyarakat Indonesia yang berminat untuk kuliah di Turki dapat langsung ikut mendaftar ke Yayasan iHAQi  dimulai pada bulan Juni.

"Kita ini iHAQi punya kerjasama dengan pihak Turki, kita itu membuka pendaftaran untuk orang-orang yang mau kuliah di Turki. Universitas di Turki sedang membuka pendaftaran dengan program diskon dan mereka itu sedang menggiatkan pendidikan di Turki, di universitas mereka ini," ujar Ustaz Erick Yusuf, pimpinan yayasan sekaligus Pesantren Kreatif iHAQi saat dihubungi, Selasa (25/5).

Baca Juga

Ia menuturkan, masyarakat yang mendaftar belajar di Turki melalui kantor cabang yayasan iHAQi dapat memilih akan mengikuti jenjang pendidikan S1, S2 atau S3. Pasca mendaftar, para calon mahasiswa bisa langsung mengikuti tes di universitas tujuan atau terlebih dahulu mengikuti les bahasa di iHAQi dengan nama program yaitu Kampung Turki.

"Mereka bisa ikut les di iHAQi, belajar bahasa Turki. Programnya, belajar selama satu pekan bahasa Turki, (atau) ada yang sampai 40 hari lancar bahasa Turki. Native speaker orang Turki, ada orang Indonesia pandai berbahasa Turki," katanya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement