Rabu 13 Jan 2021 07:54 WIB

BMH-Pos Dai Serahkan Bantuan Korban Banjir Dukuh Goleng

Bantuan sembako itu disambut gembira oleh warga.

BMH menyalurkan bantuan logistik kepada warga korban banjir di Dukuh Goleng, Kudus.
Foto: Dok BMH
BMH menyalurkan bantuan logistik kepada warga korban banjir di Dukuh Goleng, Kudus.

REPUBLIKA.CO.ID, KUDUS -- Peristiwa jebolnya tanggul di Dukuh Goleng, Desa Pasuruan Lor, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Jawa Tengah,  menjadi duka bagi masyarakat setempat di awal tahun 2021. 

Banjir yang menerjang kala itu mengakibatkan terputusnya akses menuju Desa Goleng, Dukuh Karangturi, dan Desa Setrokalangan, serta memutus aktivitas ekonomi masyarakat.

Merespons hal itu, Baitul Maal Hidayatullah (BMH) beserta Pos Dai Hidayatullah Jawa Tengah turut serta turun tangan menyalurkan bantuan logistik guna membantu warga yang terdampak musibah banjir tersebut, Selasa  (12/1).

Kordinator BMH Gerai Kudus, Eko Kusniyanto menyampaikan langsung kepedulian para donatur, khususnya dari warga Perum Setiabudi RW 18 Banyumanik Kota Semarang yang mengamanahkan kepedulian guna disalurkan kepada warga Dukuh Karangturi dan dua desa lain yang terdampak banjir.

“Kami BMH Jateng dan Pos Dai, turut berduka denganadanya  peristiwa yang menimpa warga Karangturi ini. Besar harapan kami bahwa bantuan sembako ini dapat membantu mereka yang mengalami musibah, tak lain untuk rasa persaudaraan di atas iman dan nilai-nilai kemanusiaan bersama,” terang Eko dalam rilis yang diterima Republika.co.id.

photo
BMH menyalurkan bantuan dari warga Perum Setiabudi RW 18 Banyumanik Kota Semarang kepada korban banjir di Dukuh Goleng, Kudus. (Foto: Dok BMH)

Sementara Ketua RT 03 Dukuh Karangturi, Broto sangat berterima kasih kepada para donatur BMH yang telah membantu kebutuhan warganya. “Saya mewakili warga mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan ini,” ujarnya

Pantauan terkini air yang menggenangi rumah warga beberapa hari lalu, sudah surut dan warga telah beraktivitas kembali.

"Alhamdulillah, terima  kasih BMH telah membantu kami.  Sejak kemarin ingin masak tidak ada yang bisa dimasak. Alhamdulillah sekarang bisa masak dan air sudah surut," ucap Mbah Mariyem (75 tahun).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement