Kamis 07 Jan 2021 05:03 WIB

Ethiopia Perbaiki Masjid Al-Nejashi Berusia Ratusan Tahun

Masjid Al-Nejashi dibangun oleh Muslim pertama ke Afrika pada masa Nabi SAW.

Rep: Alkhaledi Kurnialam/ Red: Ani Nursalikah
Ethiopia Perbaiki Masjid Al-Nejashi Berusia Ratusan Tahun. Masjid Al-Nejashi di Ethiopia yang rusak akibat konflik diperbaiki.
Foto:

Saat ini, Pemerintah Ethiopia telah memberlakukan pembatasan bagi awak media meliput di Tigray sehingga sulit untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Dalam wawancara BBC Amharik, wakil direktur Otoritas Pelestarian Warisan Ethiopia, Abebaw Ayalew mengatakan sebuah tim akan dikirim untuk memeriksa kerusakan pada masjid dan gereja yang rusak sebelum diperbaiki.

"Situs-situs ini bukan hanya tempat peribadatan. Itu juga warisan seluruh Ethiopia," katanya.

Seberapa buruk konflik Tigray? 

Hingga kini belum jelas berapa banyak korban yang tewas dalam konflik tersebut, tetapi Abiy sebelumnya mengatakan militer tidak membunuh satu warga sipil pun selama operasi yang menyebabkan pencopotan TPLF dari kekuasaan. 

PBB dan badan hak asasi manusia lainnya menyerukan penyelidikan independen atas tuduhan terhadap semua pihak. Hal ini termasuk pembantaian warga sipil, penembakan serta penjarahan di daerah pemukiman dan rumah sakit. Akibat konflik ini, lebih dari 50 ribu orang telah melarikan diri ke Sudan untuk menghindari pertempuran itu.

Penyebab konflik

Konflik Tigray pecah pada awal November 2019 ketika Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed memerintahkan serangan militer terhadap pasukan regional di Tigray. Dia mengatakan serangan ini dilakukan sebagai tanggapan atas serangan terhadap pangkalan militer yang menampung pasukan pemerintah di Tigray.

 

Konflik tersebut terjadi setelah perselisihan selama berbulan-bulan antara pemerintah Abiy dan para pemimpin TPLF yang merupakan partai politik yang dominan di kawasan itu. Selama hampir tiga dekade, partai itu berada di pusat kekuasaan, sebelum dikesampingkan Abiy yang menjabat pada 2018. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement