Jumat 23 Oct 2020 04:20 WIB

Kematian Misterius Pendukung Teori Yahudi Kini adalah Palsu

Pendukung teori Yahudi kini bukan keturunan Ibrahim AS tewas misterius.

Rep: Harun Husein/ Red: Nashih Nashrullah
Pendukung teori Yahudi kini bukan keturunan Ibrahim AS tewas misterius. Yahudi Israel (ilustrasi)
Foto:

Makna Ashkenazi dalam Bible Sekarang, mari kita lihat fakta lainnya: istilah Ashkenazi yang dipakai di belakang nama Yahudi Eropa/Khazaria. Ternyata, istilah ini pun bermasalah. Merujuk Kitab Kejadian (Genesis) di Perjanjian Lama, Arthur Koestler menyatakan istilah itu sebenarnya me-refer pada kaum yang tinggal di kawasan Gunung Ararat, di perbatasan Turki, Suriah, dan Armenia.

Soal Ashkenazi, diceritakan dalam Kitab Kejadian (Genesis) 10:3: "Keturunan Gomer ialah Askenas, Rifat dan Togarma." Rumusan senada tercatat dalam Tawarikh (Chronicles) 1:6. "Keturunan Gomer ialah orang Askenas, Rifat dan Togarma." Ashkenazi ini, dalam bahasa Ibrani disebut dengan spelling "Ashkanaz".

Sedangkan, dalam terjemahan Bible bahasa Indone sia disebut dengan Askenas. Lalu, siapa Gomer? Menurut Bible, Gomer adalah anak tertua Yafits/Japhet bin Nuh. Dengan demikian, Ashkenaz merupakan keponakan Magog (Ma'juj).

Para sejawaran mengidentifikasi Ashkenaz sebagai nenek moyang orang-orang Scythians, suku nomaden di Eurasia, di utara pegunungan Kaukasus. Scythians sendiri merupakan salah satu suku nomaden Turki. Para sejarawan melihat penyebutan Turki ini lebih ditekankan pada penggunaan bahasa, meliputi banyak suku di Asia Tengah dan Eurasia.

photo
Para penganut Yahudi di Tembok Ratapan (ilustrasi) - (abc.net.au)

Nah, pegunungan Kaukasus inilah yang diduga sebagai tempat dulu Dzulqarnain membangun tembok besi berlapis tembaga untuk membendung Ya'juj dan Ma'juj, sebagaimana diceritakan dalam Surat Al Kahfi.

Pertanyaan tentang Dzulqarnain, Ya'juj dan Ma'juj, juga Ashabul Kahfi dan ruh, sebagaimana diceritakan pakar akhir zaman, Imran Hosein, merupakan pertanyaan titipan seorang rabi Yahudi di Madinah kepada orang-orang kafir Makkah untuk ditanyakan kepada Nabi, dengan mengatakan bahwa "hanya seorang Rasul yang sanggup menjawabnya."

Walhasil, Arthur Koestler menyebut fenomena Yahudi Ashkenazi tersebut dengan istilah kehadiran orang-orang Kaukasian keturunan Japeth ke tenda Shem. "Orang-orang yang nenek moyangnya bukan dari Yordania, tapi dari Volga. Bukan dari Kanaan, tapi dari Kaukasus.

Orang-orang yang secara genetik lebih dekat kepada bangsa Hun, Uighur, dan Magyar, ketimbang benih dari Ibrahim, Ishak, dan Ya'qub. Karena itulah, istilah antisemitisme kemudian men jadi hampa makna," tulis Arthur Koestler. Dengan mengungkap fakta itu, Koestler berharap masalah anti semitisme bisa hilang, sebab telah disanggah secara rasial. 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement