Kamis 23 Jul 2020 16:10 WIB

India Periksa Reruntuhan Masjid Tua yang Tersambar Petir

Reruntuhan masjid tua di India tersambar petir.

Rep: Imas Damayanti/ Red: Muhammad Hafil
 India Periksa Reruntuhan Masjid Tua yang Tersambar Petir. Foto ilustrasi: Foto kolase yang membandingkan pemandangan masjid Jama Masjid di kawasan tua Delhi, India, Sabtu (25/4), saat waktu berbuka puasa hari pertama Ramadhan tahun 2020 dengan tahun 2019. Pengurus masjid meniadakan buka puasa bersama pada tahun ini untuk mencegah penyebaran virus Covid-19
Foto: REUTERS/Anushree Fadnavis/Adnan Abidi
India Periksa Reruntuhan Masjid Tua yang Tersambar Petir. Foto ilustrasi: Foto kolase yang membandingkan pemandangan masjid Jama Masjid di kawasan tua Delhi, India, Sabtu (25/4), saat waktu berbuka puasa hari pertama Ramadhan tahun 2020 dengan tahun 2019. Pengurus masjid meniadakan buka puasa bersama pada tahun ini untuk mencegah penyebaran virus Covid-19

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI -- Dewan Wakaf Delhi telah mengupayakan pemeriksaan bersama Survei Arkeologi India (ASI) terhadap Masjid Mubarak Begum, New Delhi, yang rusak tersambar petir, beberapa waktu lalu.

Dilansir di Times of India, Kamis (23/7), pemeriksaan dilakukan sebelum pemindahan reruntuhan dan pemulihan bagian-bagian bersejarah Masjid Mubarak Begum yang rusak karena hujan lebat pada akhir pekan lalu. 

Baca Juga

Puing-puing dari pusat yang dilakukan atas masjid berusia lebih dari 200 tahun di Hauz Qazi di Old Delhi itu rusak karena sambaran petir. Reruntuhannya tergeletak di atap dan kemungkinan menyebabkan kerusakan lebih lanjut karena hujan dan turunnya air rembesan. 

"Bisa jadi reruntuhannya tergeletak di atap sehingga menyebabkan rembesan air," kata seorang pejabat senior Dewan Wakaf.

Dalam sebuah surat kepada arkeolog ASI, Senin (20/7), Dewan Wakaf meminta pemeriksaan struktur warisan oleh para ahli. Sehingga puing-puing dari kubah yang rusak dapat disimpan untuk penelitian dan digunakan dalam pekerjaan restorasi.

"Papan adalah penjaga struktur warisan bangunan yang diberitahukan," pungkasnya. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement