Selasa 23 Jun 2020 16:36 WIB

Dampak Iklan Islamofobia, Muslim Tennessee Merasa Takut

Muslim Tennessee di Nashville menjadi target akibat iklan islamofobia.

Rep: Dea Alvi Soraya/ Red: Ani Nursalikah
Dampak Iklan Islamofobia, Muslim Tennessee Merasa Takut. Ilustrasi Islamofobia
Foto: Foto : MgRol_94
Dampak Iklan Islamofobia, Muslim Tennessee Merasa Takut. Ilustrasi Islamofobia

REPUBLIKA.CO.ID, NASHVILLE -- Direktur Eksekutif American Muslim Advisory Council di Nashville, AS, Sabina Mohyuddin mengatakan bersyukur atas tanggung jawab yang dilakukan surat kabar The Tennessean untuk mengatasi keteledoran mereka yang menampilkan iklan anti-Muslim. Sabina juga mengatakan telah menerima pernyataan maaf dari eksekutif The Tennessean.

"Kami bersyukur mereka telah memilih untuk tidak mendapat manfaat dari hasil iklan itu, dan mengalihkannya untuk sesuatu yang baik di komunitas Muslim," kata Sabina yang dikutip di Tennessean, Selasa (23/6).

Baca Juga

Meski begitu, Sabina tidak menampik adanya dampak yang dirasakan Muslim Nashville setelah adanya sikap anti-Islam secara terang-terangan di media massa. Tak sedikit pula komunitas Muslim yang khawatir akan adanya tindak diskriminasi atau kekerasan yang menargetkan Muslim atau tempat ibadah mereka.

"Komunitas kami (Muslim) ditempatkan menjadi target besar," katanya.

Dia juga mengatakan, vandalisme dan islamofobia sering terjadi di kawasan ini. "Islamofobia bisa berwujud industri buku dan pembicara berbayar, mereka menyebar di seluruh negeri dan menjajakan teori konspirasi mereka. Kami masih terus berusaha menghentikan mereka," kata Sabina.

Anggota At-large Council, Zulfat Suara mengatakan, iklan Tennessean telah membuat komunitas Muslim sedih, kecewa sekaligus takut. Meski kini Tennessean telah berjanji akan mengatasi segala efek yang terjadi akibat kecerobohan mereka, namun Zulfat menganggap efek itu mungkin sudah bereaksi di masyarakat.

"Kami mendapat permintaan maaf. Itu bagus dan keren, tapi itu tidak cukup. Mereka harus benar-benar menjamin iklan serupa tidak akan terjadi lagi, baik yang menargetkan Islam maupun agama lain," kata Zulfat.

Sebelumnya, koran The Tennessean menayangkan iklan satu halaman yang memampang foto Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dan Paus Francis. Foto kedua tokoh tersebut dilengkapi dengan gambar bendera Amerika yang terbakar dan kerusuhan.

Adapun tulisan berisi delapan paragraf yang terpampang itu diawali dengan kata "Dear Citizen of Nashville" (Teruntuk warga Nashville). Artikel tersebut berisi kutipan Alkitab yang berisi pesan peringatan kemungkinan terjadinya kehancuran yang disebabkan oleh Islam.

"Islam sedang berencana meledakkan sebuah nuklir," tulisnya.

Presiden Penjualan Lokal Gannett, induk perusahaan Tennessean, Kathy Jack-Romero, mengungkapkan janjinya untuk segera menyelesaikan dampak dari iklan tersebut di Nashville. Tennessean juga mengungkapkan permintaan maaf kepada seluruh Muslim di Nashville yang terdampak iklan tersebut.

“Kami telah menyelesaikan peninjauan kami, mengambil tindakan terhadap manajer yang bertanggung jawab, memperkuat proses kami untuk memastikan hal ini tidak pernah terjadi lagi, dan mengambil langkah-langkah untuk mengurangi kerusakan luar biasa yang disebabkan oleh komunitas," kata Jack-Romero.

"Kami meminta maaf karena menerbitkan iklan ini dan kami secara khusus meminta maaf kepada komunitas Muslim, di Nashville dan lebih luas lagi. Ini seharusnya tidak pernah terjadi," ujarnya.

 

Sumber: https://www.tennessean.com/story/news/2020/06/22/tennessean-fires-manager-donates-funds-plans-training-after-anti-muslim-ad-runs/3234806001/

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement