Selasa 23 Jun 2020 19:28 WIB

Belajar Toleransi dari Gus Dur

Ajaran Gus Dur soal toleransi dinilai masih relevan.

Rep: Muhyiddin/ Red: Muhammad Hafil
Belajar Toleransi dari Gus Dur. Foto: KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur)
Foto: DPP PKB
Belajar Toleransi dari Gus Dur. Foto: KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Putri kedua KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Yenny Wahid mengatakan, sebagai umat beragama masyarakat Indonesia pasti percaya terhadap kebenaran agamanya masing-masing. Namun, kata dia, di sisi lain masyarakat juga perlu meghargai ajaran kebenaran yang diyakini orang lain.

 “Itulah hakikat toleransi yang kami yakini, inilah yang selalu diajarkan oleh Gus Dur kepada kami semua,” ujar Yenny beberapa waktu lalu.

Baca Juga

Sudah satu dekade Gus Dur meninggalkan keluarga dan masyarakat Indonesia yang dicintainya. Namun, menurut Yenny, ajaran-ajaran yang disampaikan Gus Dur masih relevan sampai saat ini, sehingga ajaran Gus Dur tersebut perlu dilestarikan.

“Sudah satu dekade Gus Dur meninggalkan kita. Nilai-nilai yang beliau ajarkan selama ini tentu masih tetap relevan dan harus kita lestarikan,” ucap Yenny.

Dalam perjalannya hidupnya, Gus Dur dikenal sebagai tokoh kemanusiaan dan ikon toleransi di Indonesia. Ketika keberagaman sedang dihancurkan oleh sikap intoleran dan radikal dan saat semangat persatuan dirobek-robek oleh egoisme kelompok dan fanatisme sempit, maka masyarakat Indonesia perlu menyegarkan kembali spirit dan niai-nilai perjuangan Gus Dur.

Gus Dur bukan seorang ulama dari kalangan NU saja, tapi Gus Dur merupakan pahlawan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Selama hidupnya ia bahkan menjadi panutan dari berbagai umat beragama di Indonesia, tidak hanya umat Islam saja.

Merawat dan menjaga toleransi bagi Gus Dur merupakan proses penting untuk menciptakan keharmonisan hubungan antarumat beragama. Karena, jika sampai rusak keharmonisan itu akan sangat sulit untuk dipulihkan kembali.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement