Selasa 12 May 2020 19:42 WIB

Berkah Fitrah untuk Keluarga Dhuafa di Perbatasan Indonesia

Program ini melibatkan Dai Tapal Batas di Sebatik, Kalimantan Utara.

Relawan Dai Tapal Batas menyisir dari rumah ke rumah untuk mengantarkan Paket Berkah Fitrah kepada dhuafa di  Pulau Sebatik.
Foto: Dok BMH
Relawan Dai Tapal Batas menyisir dari rumah ke rumah untuk mengantarkan Paket Berkah Fitrah kepada dhuafa di Pulau Sebatik.

REPUBLIKA.CO.ID, SEBATIK -- Laznas BMH Perwakilan Kalimantan Utara terus bergerak menyapa masyarakat dhuafa terdampak Covid-19.  Kali ini di perbatasan Indonesia Malaysia, tepatnya Pulau Sebatik.

Program Paket Berkah Fitrah  ini melibatkan Dai Tangguh BMH di perbatasan, atau biasa dikenal dengan sebutan Dai Tapal Batas. Ia bersama relawan  bergerilya dari rumah ke rumah warga yang kehidupannya jauh di bawah standar hidup layak.

"Alhamdulillah, Selasa  (12/5),  BMH menyapa keluarga dhuafa perbatasan di Sebatik dari rumah ke rumah untuk menyalurkan amanah para muzakki dan donatur melalui program Berkah Fitrah," terang Kadiv Program dan Pemberdayaan BMH Perwakilan Kalimantan Utara, M  Nor Komara dalam rilis yang diterima Republika.co.id.

Ia menambahkan, sasaran program tersebut adalah masyarakat di tiga desa, yaitu Desa Aji Kuning, Desa Seberang dan Desa Bukit Harapan.

Guna memastikan penerima manfaat tepat sasaran,  BMH melibatkan dai perbatasan di sana untuk menjadi relawan yang terjun langsung dari rumah ke rumah.

“Kami tim relawan benar-benar bergerak langkah demi langkah. Betul-betul kita sisir masyarakat yang sangat membutuhkan untuk mendapatkan Paket Berkah Fitrah ini.  Sampai terjatuh, terperosok, motor yang membawa paket. Alhamdulillah kami tetap senang, karena itu sudah pemandangan biasa di sini. Yang penting semua amanah tersampaikan dan manfaatnya bisa lansung dirasakan oleh masyarakat yang berhak," terang Amin Asgor,  Dai Tangguh BMH di Sebatik.

 

photo
Laznas BMH Perwakilan Kalimantan Utara mengantarkan paket Berkah Fitrah kepada dhuafa  terdampak Covid-19, di perbatasan Indonesia Malaysia, tepatnya Pulau Sebatik.  (Foto: Dok BMH)

Salah satu warga,  Tolleng (46 tahun) mengucapkan rasa syukur dan terima kasih atas paket yang diterima olehnya.

"Terima kasih BMH, Ustadz, yang mau datang ke sini bawa bantuan untuk kami," ungkapnya dengan suara bergetar.

"Maklum, kami ini cuma pekerja buruh sawit yang pada kondisi seperti ini hanya di rumah saja. Mau cari kerja juga susah, karena semua orang dirumahkan, karena adanya wabah virus ini. Sekali lagi terima kasih,” ucapnya melanjutkan.

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi