Sunday, 15 Syawwal 1441 / 07 June 2020

Sunday, 15 Syawwal 1441 / 07 June 2020

Alasan Kakek Sarwono Ikuti Pelatihan Baca Alquran Republika

Sabtu 29 Feb 2020 18:25 WIB

Rep: Zainur Mahsir Ramadhan / Red: Nashih Nashrullah

Sejumlah peserta mengikuti 30 menit lancar baca Al-quran di Kantor Republika, Jakarta, Sabtu (29/2).

Sejumlah peserta mengikuti 30 menit lancar baca Al-quran di Kantor Republika, Jakarta, Sabtu (29/2).

Foto: Republika/Prayogi
Republika menggelar pelatihan baca Alquran untuk umum.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Republika kembali menggelar pelatihan baca alquran 30 menit yang ke-94. Dalam pelaksanaanya, pelatihan yang digelar di kantor Republika, Jakarta Selatan, Sabtu (29/2) itu diikuti para peserta dengan anstusiasme tinggi.

Baca Juga

Sarwono (71 tahun) bahkan tiba di lokasi beberapa jam sebelum pelatihan dimulai. Menurut dia, hal tersebut untuk mempersiapkan segala hal yang diperlukan, selain dari berjaga-jaga jika cuaca yang tak menentu. “Karena ini pelatihan yang sangat baik,” kata dia.

Dia tak menampik usianya yang telah menginjak ‘kepala’ tujuh. Namun demikian, niat untuk memperdalam dan fasih membaca serta mengamalkan alquran dia rasa sangat kuat. 

Dia mengaku, pelajaran yang disampaikan Ustadz Farid selaku penemu metode itu cukup mudah untuk dicerna oleh kalangan seusianya. 

Bahkan, dia menilai metode itu tergolong mudah, jika dibandingkan dengan metode pembelajaran Alquran lama. “Bisa mudah dipahami dengan metode ini. Saya harap saya bisa lancar baca Alquran, karena sekarang masih buta huruf,” kata dia.

Senada dengannya, Randi (35) juga mengaku, dia beserta keluarganya sangat antusias untuk mengikuti pelatihan itu. Bahkan, tak tanggung-tanggung, sebulan sejak melihat iklan pelatihan itu di Koran Republika, sembilan anggota keluarga dia ajak untuk mengikutinya. “Saya blast di grup keluarga besar. Tujuannya agar saya dan yang lain pada lancar baca alquran,” kata dia.

Menurut dia, ada banyak perbedaan mencolok pada metode cepat Ustadz Farid dan yang diajarkan padanya dulu semenjak sekolah. Menurut dia, metode tersebut tergolong sangat sederhana dan mudah dimengerti.  “Semoga setelah ikut ini bisa lebih paham cara baca dengan tajwid dan lainnya,” kata dia.

 

  

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA