Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

Masuk Surga dan Dijerumuskan ke Neraka Hanya karena Lalat

Rabu 26 Feb 2020 13:00 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Rasulullah mengisahkan lalat yang bisa menyebabkan surga dan neraka.Ilustrasi lalat

Rasulullah mengisahkan lalat yang bisa menyebabkan surga dan neraka.Ilustrasi lalat

Foto: abc news
Rasulullah mengisahkan lalat yang bisa menyebabkan surga dan neraka.

REPUBLIKA.CO.ID, "Jarak antara surga dan neraka," sabda Rasulullah seperti dikutip Muhammad Ibn 'Abdul Wahhab dalam Fath al-Majid fi kitab Attauhid, "tidak lebih dekat dari alas kakinya." 

Baca Juga

Para sahabat penasaran. Lalu Nabi menjawabnya dengan cerita tentang dua orang yang masuk neraka dan surga. Uniknya, Allah memasukkan mereka ke dua tempat yang berbeda itu hanya karena lalat.  

Dikisahkan, dua orang masuk ke sebuah perkampungan di mana penghuninya menyembah berhala yang bertengger di depan gerbang perkampungan. Mereka mewajibkan setiap orang asing yang memasuki perkampungan itu membuat pengorbanan demi menghormati sang berhala.  

Kepada orang pertama, penjaga berhala berkata, "Berkorbanlah demi keagungan berhala sesembahan kami ini." 

"Aku tidak punya sesuatu pun yang bisa aku korbankan." 

"Berkurbanlah, meski dengan seekor lalat," kata penjaga berhala.  

Maka, si orang pertama menangkap lalat, lalu menyembelihnya sebagai kurban. Penjaga berhala pun mempersilakannya masuk perkampungan dengan selamat. Namun, Allah berfirman, "Orang tersebut masuk neraka."

Kepada orang kedua, penjaga berhala pun berkata, "Berkurbanlah demi keagungan berhala sesembahan kami ini." 

"Aku tidak akan berkurban sesuatu pun selain untuk Allah. Pengorbanan hanyalah untuk Allah. Aku berlindung dari menyekutukan-Nya."

Maka, penjaga berhala membunuhnya seketika, tapi Allah berkata, "Orang ini masuk surga."

Hadis Nabi ini secara mendasar mengajarkan kepada kita betapa pentingnya menjaga akidah Islamiyah hingga tidak terkotori oleh noda-noda syirik (menyekutukan) kepada Allah, meskipun sedikit, atau meskipun syirik dalam kadar terkecil yakni dalam wujud riya (pamer), sum'ah (ingin didengar kebaikannya), 'ujub (kagum akan amal ibadahnya sendiri), dan sejenisnya.

Syirik adalah dosa yang tak terampuni menghempaskan kita ke jurang neraka, menjauhkan kita dari wanginya surga. Bahkan, alih-alih memasukkan ke surga, syirik menghalangi kita untuk bertemu Allah. 

Dalam ayat terakhir surat Al Kahfi, Alquran menjelaskan, "Siapa yang berharap bisa bertemu Tuhannya, maka hendaklah ia beramal saleh dan tidak menyekutukan Dia dan beribadah dengan sesuatu pun."

 

sumber : Harian Republika
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA