Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

Pelaku Industri Jasa Boga Ujung Tombak Sertifikasi Halal

Jumat 21 Feb 2020 22:30 WIB

Red: Muhammad Fakhruddin

Kepala BPJPH Kementerian Agama Sukoso dan Ketua Umum PPJI Irwan Iden Gobel, Rabu (18/2).

Kepala BPJPH Kementerian Agama Sukoso dan Ketua Umum PPJI Irwan Iden Gobel, Rabu (18/2).

Kehalalan produk menjadi kewajiban yang harus dipenuhi pelaku industri pangan.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Pelaku industri jasa boga menjadi ujung tombak pelaksanaan sertifikasi halal produk makanan. Sinergi dengan pelaku industri jasa boga ditandai penandatanganan MoU antara Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama dengan Perhimpunan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI). 

Kepala BPJPH Kementerian Agama Sukoso berharap pelaku industri jasaboga mengurus sertifikat halal produknya. Sebab saat ini kehalalan produk menjadi kewajiban yang harus dipenuhi pelaku industri pangan sebagaimana diamanahkan oleh undang-undang.

“Saya ingin kerjasama ini bisa diperluas, terutama dalam hal edukasi dan pengawasan produk halal. Melalui PPJI edukasi produk halal menjadi lebih mudah,” kata Sukoso, Rabu (18/2).

Dalam kesempatan yang sama, Sukoso mengapresiasi dibentuknya market place sebagai wadah antara pemasok dan pelaku industri jasa boga. Market place Jualanmind yang digagas oleh Perhimpunan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI) tersebut saat ini sudah memiliki 60 supplier dari berbagai lini produk makanan. PPJI menargetkan dapat menggandeng 500 pemasok bahan baku makanan bagi pelaku industri jasa boga tahun ini. 

Ketua Umum PPJI Irwan Iden Gobel pada acara Supplier Gathering Jualanmind mengatakan pihaknya optimistis target 500 pemasok bahan baku tersebut akan terlampaui. Mengingat potensi bisnis dari PPJI di seluruh Nusantara sangat besar. “Saat ini kita memiliki anggota lebih dari 2.500 pengusaha jasa boga. Ini tentu membutuhkan pasokan bahan baku dalam jumlah besar,” kata Irwan Iden.

Diakui, pasokan bahan makanan kualitas terbaik dengan harga yang kompetitif menjadi kebutuhan pokok para pelaku usaha jasaboga. Tetapi rantai distribusi yang cukup panjang di Indonesia, membuat pasokan bahan makanan yang sampai ke tangan pelaku jasaboga seringkali kurang prima. Belum lagi harga yang mahal dan pasokan bahan baku yang jumlahnya terbatas. 

Aplikasi Jualanmind diakui telah diluncurkan tiga bulan lalu. Hingga saat ini 60 supplier telah bergabung menjadi pemasok utama bahan baku makanan bagi anggota PPJI.

Market place dalam bentuk platform digital bernama Jualanmind ini merupakan hasil kerjasama dengan Mindstore.  Ini adalah aplikasi yang ditujukan bagi para anggota PPJI dengan tujuan memudahkan pelaku jasaboga mendapatkan pasokan bahan baku makanan dari seluruh Indonesia.

Menurut Iden Gobel, hadirnya market place Jualanmind menjadi terobosan yang dilakukan PPJI ditengah kemajuan teknologi dan era industri 4.0. Melalui Jualanmind ini anggota PPJI lebih mudah mendapatkan pasokan bahan baku yang dibutuhkan. 

Dengan platform digital ini pula diharapkan dapat mendorong pertumbuhan perekonomian nasional dan memajukan industri kuliner Indonesia. Salah satu fitur keunggulan Jualanmind adalah mempertemukan mitra Jualanmind terdekat yang menjual bahan baku dengan pembelinya. Di sini, pembeli dapat melakukan tawar menawar harga dan membandingkan antar supplier untuk memilih harga terbaik.

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA