Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

Mengenal Baytul Hikma, Perpustakaan Terbesar Umat Muslim

Selasa 18 Feb 2020 11:59 WIB

Rep: Fuji E Permana/ Red: Ani Nursalikah

Mengenal Baytul Hikma, Perpustakaan Terbesar Umat Muslim di Baghdad. Foto ilustrasi saat cendekiawan berkumpul di Baytul Hikma.

Mengenal Baytul Hikma, Perpustakaan Terbesar Umat Muslim di Baghdad. Foto ilustrasi saat cendekiawan berkumpul di Baytul Hikma.

Foto: Wikipedia
Di Baytul Hikma, cendekiawan dari berbagai agama berkumpul dan bekerja.

REPUBLIKA.CO.ID, BAGHDAD-- Perpustakaan Baytul Hikma yang dikenal dengan nama Rumah Kebijaksanaan adalah salah satu perpustakaan terbesar umat Islam pada masanya. Perpustakaan yang berdiri di Baghdad, Irak ini menjadi tempat para cendekiawan Muslim dan cendekiawan agama lain berkumpul.

Rumah Kebijaksanaan didirikan oleh Khalifah Harun al-Rashid yang memerintah sekitar tahun 786-809 M. Perpustakaan ini mencapai masa kejayaannya saat putra Khalifah Harun al-Rashid, yakni Khalifah al-Mamun memerintah pada 813-833 M. Khalifah al-Mamun membawa banyak cendekiawan terkenal untuk berbagi informasi, gagasan, dan budaya di Rumah Kebijaksanaan.

Dilansir di Muslim Heritage, Libraries of the Muslim World, Ahad (17/2), rumah Kebijaksanaan berdiri pada abad ke-9 hingga ke-13 di Baghdad, Irak. Perpustakaan ini memperbolehkan cendekiawan Muslim, Hindu, Yahudi, dan Kristen belajar di sana. Mereka menerjemahkan buku-buku ke dalam bahasa Arab dan melestarikannya. Para sarjana di Rumah Kebijaksanaan membuat banyak karya hebat dan berjasa di berbagai bidang.

Bangunan Rumah Kebijaksanaan terdiri dari perpustakaan, biro terjemahan, observatorium, ruang baca, tempat tinggal para ilmuwan, dan gedung administrasi. Salah satu ulama yang pernah dipekerjakan di sana adalah Elan al-Sha'oobi. Di bawah pengawasannya, banyak naskah kuno disalin. Sementara, Abu Sahal dan Abu al-Fazal bin Naubakht mengemban tugas memperluas dan memperkaya perpustakaan.
 
Menteri Yahya bin Khalid Barmaki pernah mengundang para cendekiawan Hindu untuk menerjemahkan buku-buku berbahasa Sansekerta ke dalam bahasa Arab di Rumah Kebijaksanaan. Karena Yahya Barmaki adalah orang Iran, dia juga memiliki banyak buku Persia yang diterjemahkan ke dalam bahasa Arab oleh Abu Sahal dan Abu al-Fazal.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA