Thursday, 5 Rabiul Awwal 1442 / 22 October 2020

Thursday, 5 Rabiul Awwal 1442 / 22 October 2020

Nasihat Sang Ibu untuk Imam Malik

Senin 17 Feb 2020 13:44 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Ani Nursalikah

Nasihat Sang Ibu untuk Imam Malik.

Nasihat Sang Ibu untuk Imam Malik.

Ibu menekankan pentingnya akhlak kepada Imam Malik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Imam Malik merupakan seorang pembelajar yang berbudi luhur. Sebelum menimba ilmu kepada gurunya, Imam Malik pun pernah mendapatkan nasihat dari ibundanya sehingga ia bisa menjadi salah satu imam dari empat mazhab Ahsunnah wal Jamaah (Aswaja).

Dalam buku Biografi Imam Malik yang ditulis Wildan Jauhari dijelaskan, sang Ibu menasihatinya sebelum menimba ilmu dari para guru yang mulia, hendaklah menimba akhlak dulu kepada guru. Imam Malik mengisahkan tentang dirinya ketika berpamitan kepada Sang Ibu untuk pergi menuntut ilmu. Kisah ini dikutip dari kitab Tartib al-Madarik Juz 1 halaman 130.

Mutharrif berkata, Imam Malik berkata, “Aku berpamitan pada Ibuku untuk pergi mencari dan mencatat ilmu. Ibu berkata, “Kemarilah Nak, kenakanlah pakaian yang pantas bagi seorang penuntut ilmu.” Kemudian Ibu mengenakanku pakaian yang baik, juga memakaikan peci di kepalaku, dan memasangkan serban, lalu beliau berkata, “Nah, sekarang pergilah kepada gurumu Rabi’ah untuk menuntut ilmu. Tapi ingat Nak, belajarlah dahulu akhlak darinya sebelum kau menyerap ilmunya.

Begitulah sebuah nasihat yang keluar dari lembutnya hati seorang ibu yang mendambakan kesuksesan pendidikan anaknya. Sebuah nasihat yang begitu membekas di hati Imam Malik saat kecil.

Menurut Wildan Jauhari, sedikitnya ada tiga hal penting yang bisa kita teladani dari nasihat ibu Imam Malik tersebut. Pertama, seorang Ibu yang salehah seharusnya bisa memberi gambaran kepada putra tercintanya akan keagungan dan kemuliaan sebuah majelis ilmu.

Kedua, orang tua hendaknya juga bisa mengarahkan dan menyiapkan pendidikan terbaik bagi putra-putrinya. Hal ini terlihat saat sang Ibu memilihkan guru terbaik bagi Imam Malik kecil, yaitu Syaikh Rabiah yang masyhur kedalaman ilmunya dalam bidang fikih.

Ketiga, dari nasihat tersebut juga dapat diambil teladan sebuah ilmu tak akan bermakna apa-apa tanpa dihiasi akhlak yang mulia. Sebagaimana budi yang luhur tak akan muncul dari sesesorang yang tidak berpengetahuan unggul. Ilmu dan akhlak adalah dua hal yang saling menghiasi dan melengkapi.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA