Friday, 27 Jumadil Akhir 1441 / 21 February 2020

Friday, 27 Jumadil Akhir 1441 / 21 February 2020

Hari Valentine di Saudi, dari Haram Hingga Kini Populer

Jumat 14 Feb 2020 14:38 WIB

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Ani Nursalikah

Hari Valentine di Saudi, dari Haram Hingga Kini Populer. Cokelat berbentuk hati dan bunga dipajang di sejumlah toko menyambut Hari Valentine di Arab Saudi.

Hari Valentine di Saudi, dari Haram Hingga Kini Populer. Cokelat berbentuk hati dan bunga dipajang di sejumlah toko menyambut Hari Valentine di Arab Saudi.

Foto: Arab News/Huda Bashatah
Sejumlah restoran di Saudi bahkan memungkinkan para tamu merayakan Valentine.

REPUBLIKA.CO.ID, JEDDAH -- Dua tahun yang lalu, toko-toko di Arab Saudi dilarang menjual mawar merah dan boneka beruang untuk Hari Valentine. Merayakan apa yang dikenal dengan 'Hari Kasih Sayang' setiap 14 Februari ini merupakan hal yang diharamkan dan dipandang tidak islami di Saudi.

Namun, pekan ini surat kabar lokal Arab News justru menerbitkan panduan makan malam di Hari Valentine. Selain itu, surat kabar itu juga menunjukkan sejumlah toko di Saudi yang sibuk mempersiapkan karangan bunga yang dipesan pelanggan dan toko yang menjajakan cokelat berbentuk hati menjelang Hari Valentine.

Seorang warga di Riyadh, Rania Hassan, mengatakan kepada Al Arabiya, sebelumnya tidak pernah ada orang yang mengenakan apa pun yang berwarna merah di sekitar Hari Valentine. "Bahkan jika orang-orang berpakaian merah secara kebetulan, polisi agama biasanya menghentikan mereka," kata Rania, dilansir di Al Arabiya, Jumat (14/2).

Namun, keadaan berubah setelah pemerintah Saudi mengeluarkan dekrit yang membatasi gerak Komite untuk Promosi Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan (CPVPV) pada 2016. Sebelum ada pembatasan atas komisi ini, polisi agama Saudi kerap menindak orang atau toko-toko yang kedapatan merayakan Valentine.

Namun, pada 2018, mantan presiden CPVPV Makkah Sheikh Ahmed Qasim Al-Ghamdi menyatakan Hari Valentine tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Menurutnya, merayakan cinta itu universal dan tidak terbatas pada non-Muslim.

Hasilnya, tidak sedikit orang-orang Saudi mulai menunjukkan diri untuk merayakan Valentine ini. Seperti dilaporkan Arab News, sejumlah restoran bahkan memungkinkan para tamu merayakan Hari Valentine. Restoran menawarkan menu bertema dengan pengaturan khusus untuk membuat kejutan Valentine.

Faisal al-Himedi, dari sebuah toko bunga di Jeddah, mengatakan segalanya berubah dengan cepat. Menurutnya, ada perbedaan besar dalam penjualan dari tahun-tahun sebelumnya hingga tahun ini.

"Lingkungan menjadi lebih terbuka dalam beberapa tahun terakhir ketika tiba Hari Valentine, sehingga penjualan meningkat," katanya kepada Al Arabiya.

Sebelum larangan merayakan Valentine ini dicabut, orang-orang Saudi yang ingin mengirim bunga atau hadiah kepada orang yang mereka tuju biasanya melanggar aturan dengan memesan kepada pemilik toko jauh-jauh hari dari pekan-pekan sebelumnya. Biasanya, penjual akan menawarkan mawar dan pernak-pernik yang dihiasi dengan hati dengan harga yang sangat tinggi. Namun, sejak pembatasan itu menjadi lebih longgar, kata Hassan, harga mawar dan hadiah menurun tajam.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA