Selasa 11 Feb 2020 21:10 WIB

English for Ulama Siapkan Ulama Sebarkan Pesan Positif

Tahun kemarin, lima ulama dikirimkan ke United Kingdom.

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Muhammad Fakhruddin
Sejumlah ustaz program English for Ulama Batch I menyampaikan pengalamannya saat berdakwah di luar negeri pada acara Penyambutan Peserta Batch I dan Penutupan Pelatihan Batch II English for Ulama, di Aula Barat, Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (10/2).
Foto: Republika/Edi Yusuf
Sejumlah ustaz program English for Ulama Batch I menyampaikan pengalamannya saat berdakwah di luar negeri pada acara Penyambutan Peserta Batch I dan Penutupan Pelatihan Batch II English for Ulama, di Aula Barat, Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (10/2).

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Sejak pertama kali diluncurkan pada bulan Maret tahun 2019, English for Ulama telah berhasil melaksanakan pelatihan pengembangan kapasitas Bahasa Inggris. Selain itu, program ini juga menyelanggarakan kunjungan Ulama ke Inggris untuk menginisiasi dialog serta diskusi publik mengenai keberagaman budaya dan agama di Indonesia di sekolah, komunitas lokal, serta organisasi keagamaan di Inggris.

Sebagai bentuk keberlanjutan program, Pemerintah Daerah Jawa Barat bersama British Council dan British Embassy mengadakan upacara penutupan pelatihan English for Ulama gelombang kedua. Pelatihan English for Ulama kali ini menerima lebih dari 150 pendaftar. Mereka berasal dari berbagai organisasi Islam lokal serta perwakilan dari daerah-daerah di Jawa Barat.

Setelah melalui berbagai proses seleksi yang ketat, 20 Ulama terpilih mengikuti pelatihan intensif dari pakar-pakar British Council. Selain mendapat materi Bahasa Inggris, mereka juga mendapat materi terkait Islam dan lainnya dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Jati. Pelatihan ini dilaksanakan selama 10 hari (13-23) Desember 2019.

Gubernur Provinsi Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengatakan ada tanggapan positif dari program English for Ulama yang pertama. Tahun kemarin, lima ulama dikirimkan ke United Kingdom.

"Tanggapannya positif. Akan ada kunjungan balasan dari para ulama Inggris ke Jawa Barat sekitar bulan Maret. Saya orang paling bahagia di ruangan ini," ujar Ridwan Kamil dalam keterangan yang didapat Republika, Selasa (11/2).

Ia juga menyebut usaha yang dilakukan Pemerintah Jawa Barat bersama British Council dan British Embassy bisa menjadi salah satu langkah menciptakan diplomasi. Jika selama ini ada diplomasi ekonomi, pendidikan, dan dagang, maka kini dibuat diplomasi dakwah.

Program English for Ulama bertujuan untuk meningkatkan kapasitas ulama-ulama di Jawa Barat. Ulama-ulama ini bisa menjadi agen perubahan serta mendukung misi serta visi Provinsi Jawa Barat yakni “Jawa Barat Juara Lahir Batin”.

Para ulama yang bergabung dalam pelatihan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi komunitas ulama yang lebih besar. Mereka juga dapat menjadi pembawa pesan perdamaian dan aktif memberikan inspirasi mengenai beragam isu global dari sudut pandang Islam.

Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Owen Jenkins mengatakan berakhirnya pelatihan English for Ulama gelombang kedua menunjukkan dukungan mereka terhadap figur-figur Muslim di Indonesia.

Diharapkan para ulama ini bisa terus memainkan peran penting dalam mengupayakan dialog antar agama dan menciptakan semangat saling pengertian di kancah global.

"Kami percaya, bahwa meningkatkan kemampuan bahasa inggris masyarakat dapat memperluas banyak kesempatan dan menciptakan masyarakat yang sejahtera. Saya merasa bangga dapat berada di sini hari ini dan menyaksikan para pemimpin komunitas Muslim di Jawa Barat memberikan inspirasi bagi masyarakat luas untuk mencapai potensi terbaik mereka," ujarnya.

Sementara Direktur British Council, Paul Smith mengatakan rasa senang dan bangga dapat melanjutkan program ini hingga ke gelombang kedua. Ia juga berharap agar program ini bisa dilanjutkan kembali di masa depan.

“Program English for Ulama adalah sebuah kolaborasi dengan pemerintah daerah Jawa Barat yang didasari oleh visi serta misi yang sama untuk meningkatkan life-skills dan kemampuan berbahasa Inggris di masyarakat yang dilakukan melalui para ulama sebagai agen perubahan di komunitas," ucap Paul Smith.

Ia menyatakan jika Indonesia merupakan salah satu negara yang beragam dan merupakan negara demokrasi terbesar ketiga di dunia dengan populasi Muslim terbesar.

Selanjutnya ia berharap program ini dapat mendorong ulama untuk lebih menjadikan Indonesia sebagai negara terdepan di bidang keberagaman dan isu-isu Internasional lewat ajaran-ajaran Islam. 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement