Senin 03 Feb 2020 21:00 WIB

Keagungan Sifat Sabar

Orang sabar akan diberikan pahala.

Sabar (ilustrasi).
Foto: Wordpress.com
Sabar (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Ahmad Faiz

JAKARTA -- Ali bin Alhusein Zainal Abidin berkata, "Ketika Allah mengumpulkan semua manusia, yang awal hingga yang akhir (di padang mahsyar), maka akan ada seruan, 'Di manakah orang-orang yang sabar? Hendaknya mereka masuk surga sebelum hisab!' Maka bangkitlah serombongan manusia, lalu disambut oleh para malaikat dan bertanya, 'Ke manakah kalian hai anak Adam?' Jawab mereka, 'Ke surga'. Ditanya, 'Sebelum hisab?' Jawab mereka, 'Ya.' Ditanya lagi, 'Siapakah kalian?' Jawab mereka, 'Kami adalah orang-orang yang sabar.' Ditanya, 'Bagaimana bentuk kesabaran kalian?' Jawab mereka, 'Kami bersabar dalam melakukan ketaatan, dan kami sabar dalam meninggalkan kemaksiatan sampai Allah mematikan kami.' Maka malaikat berkata, 'Sebagaimana ucapan kalian, silakan kalian masuk surga.' Maka sebaik-baik pahala bagi orang yang beramal." (Tafsir Ibnu Katsir Juz I/hal 221).

Baca Juga

Apa yang disampaikan tersebut menunjukkan betapa besarnya ganjaran bagi orang-orang yang bersabar, masuk surga tanpa dihisab! Hal ini diperkuat firman Allah dalam surat Azzumar ayat 10, yang artinya, "Sungguh orang yang sabar akan diberikan pahala mereka tanpa hisab."

Kesabaran yang dituntut Allah mencakup tiga bentuk. Pertama, sabar dalam menjauhi perkara-perkara yang diharamkan (kemaksiatan). Kedua, sabar dalam mengerjakan ketaatan, yakni perkara yang wajib, sunah, dan yang dibolehkan. Dan yang ketiga, sabar di dalam menghadapi berbagai musibah yang menimpa diri kita.

Dari ketiga perkara tersebut, poin pertama dan kedua berkaitan dengan hal-hal yang berada di bawah kontrol kita. Menghindari kemaksiatan dan mengerjakan ketaatan terhadap perintah Allah adalah merupakan pilihan kita sendiri. Ini bukan perkara ringan.

Sedangkan poin ketiga terkait dengan hal-hal yang berada di luar kontrol manusia. Musibah, bencana, kecelakaan, dan sebagainya adalah perkara-perkara yang sering terjadi.

Bila dalam musibah manusia mampu bersabar, maka sebagaimana sabda Nabi saw, "Sungguh mengagumkan keadaan orang mukmin, tiada takdir Allah padanya melainkan menjadi kebaikan baginya, bila mendapat nikmat dia bersyukur, maka hal itu menjadi kebaikan baginya dan bila ditimpa bencana, dia bersabar dan kesabaran itu menjadi kebaikan baginya." 

sumber : Harian Republika
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement