Wednesday, 8 Sya'ban 1441 / 01 April 2020

Wednesday, 8 Sya'ban 1441 / 01 April 2020

Ketika Berbakti kepada Orang Tua Diutamakan dari Jihad

Senin 27 Jan 2020 23:47 WIB

Rep: MgRol 127/ Red: Nashih Nashrullah

Rasulullah SAW menyuruh sahabat berbakti kepada orang tua. Foto ilustrasi masjid.

Rasulullah SAW menyuruh sahabat berbakti kepada orang tua. Foto ilustrasi masjid.

Rasulullah SAW menyuruh sahabat berbakti kepada orang tua.

REPUBLIKA.CO.ID, Jihad secara bahasa diambil dari bahasa Arab, yang artinya adalah berjuang dengan sungguh-sungguh.  

Baca Juga

Jadi, pada intinya dalam pengertian syariat, adalah jihad merupakan suatu kondisi dan kegiatan memperjuangkan syariat-syariat Islam yang berlaku dan penting bagi kelangsungan hidup umat manusia.

Tafsiran terkait jihad belakangan ini  bukan lagi peperangan seperti zaman Rasulullah SAW. Belajar, mencari nafkah, dan segala sesuatu yang dilakukan dalam koridor syariat Islam bisa juga dibilang berjihad. Namun, bagaimana hukumnya jika berjihad tanpa seizing orang tua? 

Dalam buku Tuntas Memahami Halal dan Haram, Syekh Yusuf al-Qaradhawi menjelaskan, haram hukumnya seseorang berjihad tanpa restu kedua orang tua. Sebab, Islam begitu menekankan pentingnya rida orang tua dalam melakukan sesuatu.  

Menurut hadist muttafaqa’alaih, Abdullah ibn ‘Amr mengatakan bahwa ada seorang laki-laki datang menmui Nabi SAW.

Dia meminta izin kepada beliau untuk berjihad. Beliau menjawab, “Apakah kedua orangtuamu masih hidup?”  

Kemudian, seseorang itu menjawab, “Masih.” Lalu, Rasulullah SAW pun melanjutkan, “Berjihadlah enkau untuk keduanya.” 

Dalam riwayat Muslim, diceritakan pula ada seorang laki-laki yang juga datang kepada Rasulullah SAW untuk meminta restu dalam berjihad. 

Lalu laki-laki itu berkata, “Aku membaiatmu untuk berhijrah dan berjihad karena mengharap balasan Allah.” Kemudian, beliau Saw bertanya, “Apakah di antara kedua orang tuamu ada yang masih hidup?”  

Laki laki itu menjawab, “Keduanya masih hidup.” Lalu Rasulullah Saw pun melanjutkan, “Bukanlah engkau mengharapkan balasan dari Allah?”  

“Benar,” jawab lelaki itu. “Kembalilah kepada orang tuamu dan perbaikilah perlakuanmu kepada keduanya,” jawab Rasulullah SAW. 

Dari kedua riwayat tersebut dijelaskan, bahwa jihad seseorang harus disertai rida orang tua demi mengharap ridha Allah SWT. Maka, perbaikilah akhlak kita kepada orang tua agar selalu dimudahkan jalan menuju kebaikan.

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA