Jumat, 27 Jumadil Akhir 1441 / 21 Februari 2020

Jumat, 27 Jumadil Akhir 1441 / 21 Februari 2020

Jangan Sepelekan Najis Air Kencing Anda, Ini Penjelasannya

Sabtu 25 Jan 2020 15:00 WIB

Rep: Andrian Saputra/ Red: Nashih Nashrullah

Najis air kencing yang tersisa karena sikap ketidakhatian bisa berakibat siksa. Toilet pria (ilustrasi).

Najis air kencing yang tersisa karena sikap ketidakhatian bisa berakibat siksa. Toilet pria (ilustrasi).

Foto: Republika/Musiron
Najis air kencing yang tersisa karena sikap ketidakhatian bisa berakibat siksa.

REPUBLIKA.CO.ID, Bersuci setelah buang air kecil maupun buang air besar sangat penting dilakukan untuk membersihkan dari najis. Semisal seseorang telah kencing kemudian tidak bersuci maka orang tersebut membawa najis yang kemungkinan besar sisa air kencing dapat mengotori juga pada celana.   

Baca Juga

Alhasil, bila kemudian orang tersebut melaksanakan shalat maka tidak sah shalatnya sebelum membersihkan najis tersebut dan membersihkan bagian pakaian yang terkena najis. Sebab di antara syarat sah shalat juga harus suci tempat dan pakaian yang digunakan.

Namun demikian, terkadang masih saja banyak Muslim yang menyepelekan bersuci setelah kecing. Dalam hadis Nabi Muhammad SAW terdapat pelajaran betapa pentingnya bersuci setelah kencing sehingga terhindar dari siksa kubur. Dijelaskan Rasulullah pernah melewati dua kuburan.  Rasulullah pun mengetahui dua orang penghuni kubur itu tengah mendapat siksa kubur. 

Rasulullah kemudian menjelaskan kepada para sahabat bahwa dua orang penghuni kubur itu disiksa bukan karena melakukan dosa besar semasa hidupnya, melainkan satu orang disiksa karena tidak bersuci setelah kencing dan satu orang lagi disiksa karena suka mengadu domba atau namimah.   

Penjelasan ini dapat ditemukan dalam HR Bukhari, melalui jalur dari Muhammad bin al-Mutsannaa, Muhammad bin Khazim, Sulaiman bin Mihran, Mujahid bin Jabar, Thawus bin Khaisan, dan Abdullah bin Abbas.  

Dalam lanjutan hadis itu dijelaskan Rasulullah kemudian mengambil sebatang dahan kurma yang masih basah lalu membelahnya menjadi dua bagian dan menancapkannya pada masing-masing kuburan tersebut. Para sahabat pun mempertanyakan maksud Rasulullah menancapkan batang pohon kurma yang masih basah pada kedua kuburan itu. "Semoga siksa keduanya diringankan selama batang pohon ini basah," jawab Rasul.   

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA