Kamis 23 Jan 2020 13:53 WIB

Marbut Berusia 60 Tahun di Mataram Jadi Sarjana

Marbut masjid bernama Basri menjadi contoh untuk generasi muda.

Marbut Berusia 60 Tahun di Mataram Jadi Sarjana.
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Marbut Berusia 60 Tahun di Mataram Jadi Sarjana.

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Seorang marbut masjid di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Basri yang sudah berusia 60 tahun akhirnya menyandang gelar sarjana strata 1 di Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMat).

Marbut secara umum dikenal sebagai seseorang yang ditugaskan menjaga kebersihan masjid. Marbut juga sekaligus menjadi penanggung jawab segala ritual ibadah di masjid

Baca Juga

"Alhamdulillah, Pak Basri menyelesaikan gelar sarjananya dan sukses melewati proses sidang skripsi," kata dosen jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Agama Islam UMMat, Ishani, Kamis (23/1).

Ia menjelaskan judul skripsi yang diangkat Basri tidak jauh dari profesinya sebagai marbut masjid, yakni Peran Forum Silaturahmi Marbot Masjid dalam Menghidupkan Suasana Ibadah di Desa Sukadana, Kecamatan Bayan, Lombok Utara. Selain itu, Basri juga menyelesaikan Program Bahasa Arab di Ma'had Khalid bin Walid.

"Beliau benar-benar jadi contoh untuk generasi muda di mana bisa membagi waktu untuk menjalani kuliahnya," kata Ishani.

Basri meraih gelar sarjananya tepat waktu, yakni empat tahun. Selama empat tahun itu, Basri harus bolak-balik antara rumahnya di Karang Nangka, Tanjung, Lombok Utara menuju Ibu Kota Provinsi NTB, Mataram sejauh 42 kilometer yang paling tidak memakan waktu tempuh 1,5 jam dengan menggunakan motor.

Bahkan terkadang, Basri kalau sudah keletihan pulang ke rumahnya, dia tidur di masjid yang ada di Kota Mataram. Ia terkadang menginap di masjid bila kemalaman pulang ke rumah.

Basri sempat hilang ingatan antara dua sampai tiga bulan saat menyelesaikan skripsi gara-gara jadi korban tabrak lari. "Sempat hilang ingatan juga akibat kecelakaan lalu lintas," katanya.

Kemudian ingatannya berangsur-angsur pulih dan menyelesaikan skripsinya itu. "Saat ini Basri tinggal menunggu wisuda pada Maret 2020," kata Ishani.

Basri juga pernah Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Perum LKBN ANTARA Biro Nusa Tenggara Barat untuk jurnalistik. Selama PKL dia paling bersemangat melakukan peliputan dan tidak kalah dengan rekan-rekannya yang bisa dikatakan seusia dengan anaknya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement