Friday, 27 Jumadil Akhir 1441 / 21 February 2020

Friday, 27 Jumadil Akhir 1441 / 21 February 2020

Dapat Musibah Malah Marah ke Allah SWT, Lalu Apa Solusinya?

Senin 20 Jan 2020 23:49 WIB

Rep: MgRol 127/ Red: Nashih Nashrullah

Beribadah (ilustrasi)

Beribadah (ilustrasi)

Foto: Antara
Sebagai Muslim hendaknya tidak melayangkan marahnya kepada Allah SWT.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA—Banyak orang yang mengalami musibah di dunia ini. Kemudian, mereka menggerutu dan memaki-maki Allah SWT dengan musibah yang mereka dapatkan. Kata-kata negaitf pun bergantian keluar dari mulut mereka yang emosi.   

Baca Juga

Padahal dalam Islam berprasangka buruk kepada Allah adalah termasuk perilaku yang dilarang. Hal ini sebagaimana ditegaskan firman Allah pada surah al-Fath : 6.

“Dan supaya Dia mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang mereka berprasangka buruk kepada Allah. Mereka akan mendapat giliran (kebinasaan) yang amat buruk dan Allah memurkai dan mengutuk mereka serta menyediakan bagi mereka Neraka Jahannam. Dan (Neraka Jahannam) itulah sejahat-jahatnya tempat kembali.”  

Setelah kita mengetahui larangan berburuk sangka kepada Allah, maka dari itu sebaiknya kita hindari dan jangan sampai dilakukan. Lebih baik, kita cari kebaikan dan hikmah yang terjadi dari masalah dan musibah yang kita hadapi.  

Bagaimana caranya? Ipnu R Noegroho dalam bukunya The Power of Husnudzon membagikan caranya. Di antaranya adalah sebagai berikut: 

1. Ikhlas dan menerima ketentuan Allah

Apapun yang dihadapi seseorang, baik berat maupun ringan, seharusnya sebagai Muslim yang kuat, kita harus ikhlas dan tabah menerima ketentuan dari Allah.  Dalam surah at-Taghabun ayat 11 pun Allah menjelaskan, 

“Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa (seseorang) kecuali dengan izin Allah; barangsiapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk ke (dalam) hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” 

2. Menyadari ada keburukan di balik sesuatu yang baik

Banyak yang menganggap sesuatu tampilan yang baik memiliki sesuatu yang baik pula di dalamnya, begitupun dengan tampilan yang jelek. Namun, anggapan seperti ini sudah jelas salah karena yang jelek belum tentu buruk dan yang bagus belum tentu baik. 

3. Menyadari bahwa akan ada pengganti

Di balik kedukaan dan musibah yang dihadapi, percayalah akan ada yang lebih baik nantinya untuk menggantikan kedukaan yang telah terjadi. Sebagai hamba Allah, kita ahrus menyadari bahwa Allah itu Mahakaya.

Seperti yang tertuang dalam hadis Bukhari dan Muslim, “Apabila Aku memberikan cobaan kepada hamba-Ku dengan (dijadikannya buta) kedua mata yang dicintainya, ia pun bersabar, maka Aku akan menggantinya dengan surga.” 

4. Menyadari bahwa Allah menakdirkan segalanya dengan baik

Yang sering kita lewati adalah poin terakhir ini, yaitu meyadari bahwa Allah Swt telah memberikan kita segala sesuatu dengan sebaik-baiknya. Terkadang kita merasa kurang, padahal Allah telah memberikannya sesuatu kebutuhan kita.

 

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA