Thursday, 28 Jumadil Awwal 1441 / 23 January 2020

Thursday, 28 Jumadil Awwal 1441 / 23 January 2020

Mengenang Zikir Arifin Ilham

Sabtu 04 Jan 2020 09:57 WIB

Rep: Andrian Saputra/ Red: Muhammad Hafil

Ustadz Arifin Ilham memberikan tausiyah di Masjid Agung At-tin saat mengikuti Dzikir Nasional Republika tahun 2016 lalu.

Ustadz Arifin Ilham memberikan tausiyah di Masjid Agung At-tin saat mengikuti Dzikir Nasional Republika tahun 2016 lalu.

Foto: Republika/Raisan Al Farisi
Arifin Ilham biasanya memimpin Dzikir Nasional Republika setiap tahun.

REPUBLIKA.CO.ID, "Subhanallah, walhamdulillah, wa lailahaillallah, wallahu akbar." Lan tunan suara serak kerap bergema pada acara Dzikir Nasional di Masjid at-Tin saban malam pergantian tahun. Namun, tidak untuk akhir 2019 kemarin. Umat Islam di Tanah Air mendapatkan musibah karena ditinggalkan ulama yang dikenal karena zikir nya. Dialah Ustaz Muhammad Arifin Ilham. Kepergiannya menyisakan duka mendalam bagi Muslim di Tanah Air.

Almarhum wafat pada 22 Mei 2019 setelah menjalani perawatan medis dari penyakit kanker getah bening di Rumah Sakit Penang, Malaysia. Umat Islam pun kehilangan sosok dai lemah lembut dan gemar melantunkan zikir yang menyejukkan hati jamaahnya.

Sahabat almarhum yang kini memimpin Majelis Zikir Adz Zikra, Ustaz Abdul Syukur, masih mengingat perjuangannya bersa ma Ustaz Arifin Ilham kala merintis Majelis Zikir Adz Zikra. Ka la itu, Ustaz Arifin Ilham bersama sahabat-sahabatnya kerap menggelar majelis zikir dari satu masjid ke masjid lainnya.

Semangat Ustaz Arifin Ilham untuk mengajak bangsa ini ber zikir pun mendapatkan dukungan dari banyak pihak, salah satunya Republika. Majelis Zikir Adz Zikra pun menjadi bagian tak terpisahkan dan setiap pelaksanaan Dzikir Nasional yang digelar Republika di Masjid at-Tin, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.

Bagi Ustaz Abdul Syukur, Ustaz Arifin Ilham adalah sosok yang patut dijadikan teladan bagi generasi penerus bangsa. Menurut Ustaz Abdul Syukur, Ustaz Arifin Ilham tak lepas dari berzikir kepada Allah SWT dalam menjalankan aktivitas seharihari.

"Empat puluh sembilan tahun usia beliau (wafat), kalau dilihat fisiknya beliau gagah, berenang, main badminton, berkuda adalah kebiasaan beliau. Makan beliau terjaga, malam beliau tidak menerima jadwal dan lebih fokus membina keluarga dan persiapan shalat malam. Beliau keliling daerah mana pun tak ada tujuan kain kecuali berdakwah, berzikir, dan jihad," tutur Ustaz Abdul Syu kur saat mengisi Dzikir Nasional 2019 di Masjid at-Tin, be berapa hari lalu.

Ustaz Abdul Syukur pun ma sih mengingat tentang kesabaran dan keteguhan hati almarhum di tengah sakit yang dideritanya. Sebelum pergi menjalani perawatan medis di Penang, Malaysia, almarhum telah menjalani perawatan di Rumah Sakit Cipto mangunkusumo, Jakarta, pada Januari. Dalam kondisi sakit, menurut Ustaz Abdul Syukur, Ustaz Arifin Ilham terus melantunkan zikirnya.

"Tangan kami ditarik, kemudian kepala kami ditaruh di dada beliau. Ada gemuruh zikir di dada nya, 'Allah, Allah.' Beliau ber kata, 'Abang tidak merasakan sakit, yang Abang lihat adalah Rabbulalamin. Sesungguhnya kalimat ini sudah menjadi isyarat buat kami. Rasanya sebentar lagi perpisahan itu akan datang," tutur dia.

Kala menjalani perawatan di Penang, Malaysia, sahabatnya itu mendapatkan pertanyaan dari dokter tentang alasan memilih berobat ke rumah sakit tersebut. "Beliau menjawab, insya Allah Arifin akan meninggal di sini. Menjelang Ramadhan, beliau berangkat lagi. Beliau katakan, insya Allah ini perjalanan ke Penang yang terakhir dan nanti pulang tinggal jenazah," kata dia. Meski dalam kondisi sakit, Ustaz Arifin Ilham masih tetap menjaga shalat sunah pada malam hari dan menjaga wudhu. Almarhum pun sering bersilaturahim dan menghibur pasien lainnya yang sedang sakit dan dirawat di rumah sakit tersebut.

Dalam kondisi sakit, Ustaz Arifin Ilham juga mengisi hari-harinya dengan bertadarus mengkhatamkan Alquran. Dia bahkan masih menyempatkan waktu untuk memberikan nasihat melalui jejaring media sosialnya. "Insya Allah, beliau adalah di antara contoh generasi unggul yang visi misi hidupnya jelas, tidak main-main, dan tidak ingin menyianyiakan, apalagi maksiat kepada Allah," katanya.

Menurut Ustaz Abdul Syukur, ada beberapa pesan yang disampaikan ustaz Arifin Ilham sebelum wafat. Dia berpesan untuk senantiasa mencintai Allah, mencintai Rasulullah, dan mencintai umat Rasulullah. "Tiga kekuatan inilah yang mengantarkan generasi zikir dan generasi unggul yang akan membangun negeri ini. Mudah-mudahan kita bisa meneladani beliau dengan semangat membangun negeri ini dengan sebaik-baiknya serta melahirkan generasi zikir dan generasi terbaik dari umat," katanya.

Putra Ustaz Arifin Ilham, Ameer Azikra juga masih mengingat jelas pesan-pesan dari ayahnya. Menurut Ameer, pesan ayahnya itu sekaligus dapat menjadi resolusi bagi generasi muda dalam menghadapi tahun 2020. Pesan-pesan itu disampai kan Ustaz Arifin Ilham kepada anak-anak setiap selesai melaksanakan shalat Isya. Ameer mejelaskan, di antara pesan Ustaz Arifin Ilham itu yakni untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Selain itu, salah satu pesan Ustaz Arifin Ilham dapat menjadi bahan renungan bagi generasi muda untuk melakukan perubahan di 2020. Menurut Ameer, almarhum berwasiat untuk senantiasa meningkatkan shalat dan senantiasa berzikir di mana pun. "Biasanya di media sosial kita menulis resolusi untuk tahun baru, maka resolusi 2020 yang baik dan hebat adalah meningkatkan ketakwaan kepada Allah. Sadar sedang ditatap Allah, orang yang bertakwa dia takut kepada Allah," kata dia.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA