Thursday, 28 Jumadil Awwal 1441 / 23 January 2020

Thursday, 28 Jumadil Awwal 1441 / 23 January 2020

Mualaf Jupiter: Allah SWT Terlalu Baik kepada Saya

Senin 30 Dec 2019 06:48 WIB

Rep: Ratna Ajeng Tejomukti/ Red: Nashih Nashrullah

Ahmad Lukman Jupiter

Ahmad Lukman Jupiter

Foto: Dok Istimewa
Jupiter meyakini Allah SWT begitu baik dengan mengabulkan doanya.

REPUBLIKA.CO.ID,  "Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka: "Siapakah yang menciptakan mereka, niscaya mereka menjawab: "Allah", maka bagaimanakah mereka dapat dipalingkan (dari menyembah Allah)?" QS az-Zukhruf ayat ke-87.  

Baca Juga

Ayat ini yang sering diulang-ulang Ahmad Lukman Jupiter, mualaf yang bersyahadat 2017 lalu di Masjid Sunda Kelapa. Dia meyakini bahwa Allah SWT merupakan Tuhan pencipta alam dunia. Dia tidak memiliki anak dan tidak dilahirkan, seperti yang tertuang dalam surah al-Ikhlas, Allah itu satu.  

Inilah yang membuat hatinya tergugah untuk memeluk Islam setelah melalui pencarian Tuhan yang benar. Setelah Jupiter, begitu akrab disapa, anggota legislatif DKI Jakarta ini menjadi mualaf, dia berkomitmen untuk menjalankan kewajibannya sebagai Muslim. Untuk shalat dan mengaji Alquran dia di bimbing oleh ustaz.  

"Di tahun pertama saya Islam, saya telah menjalankan ibadah puasa Ramadhan, awalnya saya tidak suka dengan puasa,"ujar dia. 

Riwayat penyakit tukak lambung menjadi pertimbangannya untuk tidak menjalankan puasa. Dia khawatir penyakit ini akan kambuh, karena memang sebelum memeluk Islam dia tidak pernah satu kalipun berpuasa.  

Selain itu, dia juga tidak pernah mampu untuk menahan haus. Namun dengan kekuatan iman, dia berusaha setiap hari berpuasa selama satu bulan. Tidak terasa, dia pun mampu melaluinya dengan lancar dan penyakitnya pun tidak kambuh. Jupiter yakin, ini merupakan sebuah wujud keimanan dirinya kepada Allah SWT. 

"Saya kira, saya akan mengalami kesulitan untuk menjalani puasa Ramadhan, namun dengan iman dan kecintaan kepada Allah saya mampu melaluinya dengan bahagia,"jelas dia.  

Ada satu hal yang paling diyakininya, Allah begitu baik dengannya. Ketika berdoa apapun yang diminta, Allah selalu mengabulkannya. Ketika Allah telah mengijabah doa-doanya, Allah sebenarnya hanya meminta satu dari umat-Nya, yaitu ketakwaan. Seharusnya sebagai manusia memberikan ketakwaan bukanlah hal yang sulit dibandingkan dengan semua yang telah diberikan Rabbnya. 

Tak hanya ibadah rutin, Jupiter juga untuk pertama kalinya menjalankan ibadah umrah pada awal 2018. Banyak hal yang dipelajari ketika rihlah ke tanah suci, Makkah, tanah kelahiran Nabi Muhammad SAW.  

Kisah yang paling berbekas usai menjalankan ibadah umrah hinggi kini adalah kisah keajaiban air zam-zam. Kepada Republika.co.id, Jupiter menceritakan kisah tersebut dengan takjub.  

Dia heran air zam-zam yang muncul ketika Siti Hajar mencari air minum untuk anaknya Ismail, dapat bertahan hingga saat ini. Bahkan air zamzam ini telah memberikan minum jutaan orang banyaknya.  Tak hanya air zamzam dia juga mengenang kisah Ka’bah dan tempat-tempat bersejarah lainnya. Pelajaran ini semakin menguatkan dalam keislamannya.

Setelah rutin menghadiri kajian, banyak hikmah dari Alquran dan hadis yang dipelajarinya. Dia berusaha untuk menggunakan pedoman tersebut dalam mnejalani hidupnya

"Hadis yang luar biasa yang saya selalu ingat dan saya terapkan dalam keseharian saya, adalah sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat untuk manusia lainnya,"ujar dia.  

Ayat inilah yang menjadi komitmennya untuk menjalani pekerjaan sebagai anggota legislatif. Sebisa mungkin keberadaannya menjaid bermanfaat untuk orang lain, tak hanya dalam pekerjaan tetapi juga di setiap sisi kehidupan yang bersinggungan dengan orang lain.  Sebelumnya pada 2014 dia maju sebagai calon legislatif untuk mengisi kursi di DPRD DKI Jakarta. Sayang sekali, upayanya mendapatkan suara konstituen saat itu gagal total. Tetapi pada 2019 dia berhasil terpilih dan kini duduk di Komisi C DPRD DKI JAKARTA.  Dari kegagalan ini, dia seperti kembali tersadar. Ritual-ritual memang sudah ditinggalkannya, tetapi batinnya justru kian dahaga untuk menemukan cahaya.  

Merasa dirinya kini jauh dari Sang Pencipta, padahal seharusnya tidak demikian. Dia meyakini, hubungannya dengan Tuhan perlu diperbaiki, bukan dengan sekadar ibadah ritual, melainkan benar-benar taat kepada-Nya dalam tiap hembusan napas. 

Pada waktu itu, dia sudah bersahabat dekat dengan sejumlah kawan yang beragama Islam. Dia pun mulai bertanya- tanya kepada mereka tentang agama ini.  Mereka menyambutnya dengan hangat. Jupiter pun diberikan berbagai bahan bacaan tentang akidah Islam, termasuk pembahasan mengenai tauhid.  

Allah SWT adalah Tuhan, satu-satunya zat yang berhak disembah. Dialah Yang Maha Menciptakan alam semesta. Demikian lah ajaran Islam.

Menurut agama ini, amalan seorang insan yang beriman hanya ditujukan kepada-Nya. Inilah makna tauhid. Bagi Jupiter, ajaran ini sangat menyentuh akal dan jiwanya.  

Setelah mengetahui hal itu, hatinya kian tertarik pada Islam. Jupiter mulai lebih sering menghadiri kajian-kajian keagamaan di masjid, bahkan ketika dirinya masih belum memutuskan untuk beragama.

Selain itu, dia saat itu juga senang terlibat dalam pembahasan tentang kandungan Alquran bersama dengan ustaz-ustaz serta kawan-kawannya yang Muslim. “Saya menemukan kedamaian ketika saya mengetahui tentang Islam, dan saya yakini itu, untuk kemudian (saya) mengucapkan syahadat,” kata bapak dua orang anak itu. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA